Sumba Barat, innews.co.id – Pesatnya pertumbuhan koperasi di Indonesia telah membawa dampak positif bagi perbaikan ekonomi masyarakat dan memberikan kontribusi pembentukan PDB yang terus mengalami peningkatan presentase dalam empat tahun terakhir ini.

Hal itu ditegaskan Deputi Bidang Kelembagaan Luhur Pradjarto, acara peringatan Hari Koperasi ke-72 di Provinsi NTT yang dipusatkan di Kabupaten Sumba Barat, Sabtu (27/7/2019).

Luhur berharap jangan merasa puas karena di era Revolusi Industri 4.0, koperasi harus berupaya lebih keras untuk meningkatkan kinerjanya dalam persaingan bisnis yang semakin ketat. “Mempersiapkan sumberdaya manusia koperasi yang handal dalam mengantisipasi kemajuan teknologi, merupakan pilihan utama,” ujar Luhur.

Langkah selanjutnya, lanjut Luhur, harus dibarengi dengan kreatifitas dan inovasi untuk menata organisasi dan strategis bisnis, sehingga koperasi dapat memberikan pelayanan prima kepada anggota dengan mengoptimalkan penerapan teknologi digital termasuk dalam mengelola usahanya, serta mempertanggungjawabkan usaha yang dikelolanya melalui Rapat Anggota.

“Koperasi juga harus mampu mengakomodasi pola-pola baru dalam menjalankan roda organisasi maupun usaha, agar koperasi mampu meningkatkan daya saingnya”, tandas Luhur.

Untuk itu, Luhur mengingatkan bahwa pendidikan anggota dan pengurus perlu terus dilakukan, tidak hanya tentang hak dan kewajiban dalam berkoperasi. “Misalnya pembekalan dalam hal penyusun strategi bisnis, pengemasan produk, memasarkan produk melalui e-commerce, layanan kepada anggota secara online, dan lain-lain sesuai dengan perkembangan bisnis,” papar Luhur.

Luhur juga mengimbau agar masyarakat sedia merangkul generasi muda (kaum milenial).

“Mereka sangat melek teknologi dan memiliki komunitas yang sudah terjalin melalui daring. Diharapkan dengan berbasis anggota yang sehat dan kuat, akan meningkatkan kapasitas koperasi sebagai badan usaha yang mandiri dan tangguh, sebagaimana tujuan dari Reformasi Total Koperasi,” jelas Luhur.

Dalam kesempatan yang sama, Bupati Kabupaten Sumba Barat Agustinus Niga Dawapole mengatakan, peringatan Hari Koperasi merupakan momentum yang tepat untuk merefleksi dan introspeksi bagi warga koperasi untuk terus berprestasi dalam memajukan dan sekaligus meningkatkan kualitas koperasi di Provinsi NTT.

Saat ini, lanjut Agustinus Niga, Provinsi NTT sudah memiliki koperasi yang sudah dapat diperhitungkan secara nasional, yaitu Kopdit Pintu Air, KSP Tanaoba Lais Manekat (TLM), Kopdit Swastisari, dan satu koperasi sebagai penyalur Kredit Usaha Rakyat (KUR) yaitu KSP Obor Mas.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal Dekopin Muhamad Sukri mengatakan, di era digitalisasi ini dunia usaha perlu menyesuaikan dalam memanfaatkan teknologi. “Koperasi juga harus dapat beradaptasi dalam mengimplentasi teknologi digital untuk mengembangkan usahanya,” kata Sukri. (IN)