Lukas Kacaribu, CEO PT Pacific Sumatera Indonesia
    Jakarta innews.co.id – Dulu, mereka yang dengan jiwa dan raga berjuang bagi bangsa dan negara, terutama di medan pertempuran, dikatakan sebagai pahlawan. Di masa kini, dimana tidak ada perang bersenjata, maka makna pahlawan pun bergeser. Secara sederhana, mereka yang hidupnya bermanfaat bagi orang lain, sejatinya bisa dikatakan sebagai pahlawan.

    Hal tersebut dikatakan Lukas Kacaribu, pelaku usaha nasional dalam pesannya kepada innews, Minggu (15/11/2020). “Siapapun bisa menjadi pahlawan. Sederhananya, setiap insan yang hidupnya bermanfaat untuk orang lain adalah pahlawan. Karena itu, dimanapun kita ditempatkan dan bisa bermanfaat, maka kita adalah pahlawan,” ujarnya.

    Tema Hari Pahlawan 2020

    Menurutnya, generasi muda saat ini harus mengambil peran penting dan bisa menjadi pahlawan-pahlawan muda. Hal yang paling disoroti Lukas terkait maraknya intoleransi di bangsa ini.

    “Saat ini, negara kita genting dengan praktik-praktik intoleransi. Untuk itu, generasi baiknya belajar dan memahami sedini mungkin akan sejarah bangsa dan ideologi Pancasila agar tidak terbawa-bawa pada aksi-aksi intoleransi,” kata Lukas lagi.

    Guna mendukung hal tersebut, Lukas membeberkan pentingnya membekali nilai-nilai agama kepada anak-anak sejak dini. “Orangtua harus berperan penting dalam mengajarkan nilai-nilai agama sehingga anak-anak bisa memahami. Sebab, setiap agama mengajarkan rasa hormat dan menghargai terhadap manusia lain, meski berbeda,” terang Lukas.

    Di sisi lain, Lukas kurang setuju bila dikatakan kaum muda sekarang kurang memiliki fighting spirit. “Sejatinya, generasi muda sekarang hampir sama dengan generasi tahun 70an, 80an, dan 90an. Hanya mungkin kesempatan yang diperoleh berbeda. Generasi sekarang lebih diuntungkan dengan teknologi yang memudahkan mereka untuk berkreasi,” jelas Lukas yang juga CEO PT Pacific Sumatera Indonesia ini.

    Meski banyak kemudahan di era revolusi industri 4.0., ini, Lukas meminta generasi muda untuk banyak belajar dari generasi lalu–terkhusus para pahlawan. “Ada banyak hal yang bisa diteladani dari para pahlawan, bagaimana spirit, keuletan, sikap rela berkorban, serta kerja keras yang mereka tunjukkan demi bangsa dan negara. Kita pun bisa menjadi pahlawan-pahlawan di masa kini,” tutup Lukas. (RN)