Otty Hari Chandra Ubayani, SH., Sp.N., MH., owner OH Boutique, pengusaha properti, sekaligus Notaris/PPAT di Ibu Kota

Jakarta, innews.co.id – Bagi banyak orang, pandemi Covid-19 seolah menjadi akhir dari segalanya. Bahkan kehidupan bak runtuh dirasa. Tidak demikian bagi pengusaha cantik Otty Hari Chandra Ubayani, SH., Sp.N., MH., owner OH Boutique, pengusaha properti, sekaligus Notaris/PPAT di Ibu Kota.

“Harus diakui ekonomi secara nasional sedang terpuruk sebagai dampak pandemi Covid-19. Namun, jangan lantas membuat kita patah semangat. Tetap harus optimis bahwa kondisi ini pasti akan berakhir,” tutur Otty dalam webinar Series #4, mengusung tema ‘Entertainer, Enterpreneur, dan Journalist’, yang dibidani Ikatan Alumni (Ika) FH Undip, Sabtu (8/8/2020) siang.

Otty menyitir pameo, ‘Banyak jalan menuju Roma’. Ungkapan ini bisa juga diartikan dalam kondisi apapun, ada begitu banyak jalan bagi seseorang untuk dapat tetap eksis, bahkan meraih kesuksesan.

Salah satu produk OH Boutique di masa pandemi

Saat ini kata Otty, orang sukses di masa pandemi bukan orang kaya atau pintar, tapi mereka yang bisa beradaptasi dan berinovasi. “Sebenarnya bukan hanya karena pandemi, tapi di era serba canggih sekarang ini, kita dituntut inovatif dan kreatif,” tambahnya.

Itu juga yang dilakoni Otty dalam menukangi usahanya. Dalam kondisi minimnya order boutique, Otty banting setir memproduksi masker dengan corak dan motif batik yang sangat elegan. Tak heran, order pun membanjiri. Demikian juga ia menyulap OH Center menjadi tempat resepsi dengan pola drive thru. “Jadi orang cukup memberi selamat kepada pengantin dari mobil saja,” ungkapnya.

Tak cukup sampai disitu, Otty juga mengembangkan bisnis properti dengan membangun hunian 3-4 lantai di atas lahan yang terbilang kecil, namun di dalamnya terdapat berbagai fasilitas yang membuat orang nyaman berada di rumah. “Model hunian tersebut saat ini lagi trend di Asia,” ujarnya.

Bentuk apresiasi terhadap karya-karya yang dibuat Otty Ubayani

Otty mengajak semua pihak untuk tetap berpikir positif di masa pandemi. “Tak perlu menyalahkan keadaan. Tapi bagaimana dengan kondisi sekarang ini kita bisa tetap survive,” tukasnya.

Tentu bukan perkara mudah. Namun, lanjutnya, dengan selalu kreatif dan inovatif, insyaallah semua bisa berjalan dengan baik. “Mari bersama kita melihat pandemi ini dalam kacamata positif. Biarkan pemerintah bekerja mencari solusi penanganan terbaik, sementara kita tetap terus berkarya dan berbuat, baik untuk diri sendiri dan lingkungan,” pungkasnya. (RN)