Logo IPPAT

Jakarta, innews.co.id – Dalam sebuah jumpa pers, Rabu (1/7/2020), 9 orang yang mengatasnamakan Pengurus Pusat Ikatan Pejabat Pembuat Akta Tanah (PP IPPAT) mempertanyakan soal tindak lanjut laporan keuangan kepengurusan PP IPPAT periode 2015-2018 dan dana pelaksanaan Kongres IPPAT ke-VII di Makassar.

Ketika itu, Irwan Santosa mengatakan, “Dalam kesempatan ini kami PP IPPAT periode 2018-2021 akan meminta pertanggungjawaban baik secara organisasi maupun hukum terhadap Ketua Umum PP IPPAT periode 2015-2018 atas belum adanya tindak lanjut laporan pertanggung jawaban (LPj) keuangan PP IPPAT 2015-2018 maupun keuangan pelaksanaan Kongres IPPAT ke-VII di Makassar yang diserahkan kepada PP IPPAT 2018-2021,” kata Irwan.

Menanggapi hal tersebut, Syafran Sofyan Ketum PP IPPAT 2015-2018, menjelaskan, dirinya sudah menyampaikan Laporan Pertanggungjawaban (LPj), baik program kerja, hubungan antar-lembaga, sekretariat, administrasi, dan keuangan saat Kongres VII di Makassar. Dan, LPj itu sudah diterima tanpa catatan oleh peserta kongres.

DR. H. Syafran Sofyan, SH., MHum., Ketua Umum PP IPPAT periode 2015-2018

“Khusus laporan keuangan kami gunakan akuntan publik yang terpercaya. Hasil audit tersebut semuanya sudah diserahkan semua pada saat LPj Ketum,” urai kepada innews, Senin (6/7/2020).

Terkait sisa keuangan PP IPPAT periode 2015-2018, lanjut Syafran, tentunya masih ada (kecuali dari OC, katanya sudah menyerahkan ke Julius Purnawan langsung).

“Menurut keterangan Bendum PP IPPAT (2015-2018) Marlina Flora, pernah utusan JP menanyakan dan meminta sisa keuangan PP IPPAT, tapi karena ada surat keberatan dari para penggugat, dan/atau para caketum yang lain, untuk itu tidak jadi diserahkan sampai keputusan pengadilan inkracht,” terang Syafran.

Dia mengaku sempat menanyakan ke Marlina mengenai uang tersebut. “Katanya masih ada dan tidak dikurangi satu sen pun,” tegas Syafran.

Lebih jauh Syafran mengatakan, setelah demisioner, saya tidak tahu lagi berapa sisa dana, kecuali yang dilaporkan saat LPj. “Semua tersimpan di Bendum PP IPPAT karena laporan tidak lagi ke saya, bisa tanya langsung ke JP terkait laporan OC Kongres, dan bendum Marlina Flora. Sepanjang saya tahu, keuangan dipegang Marlina Flora semua tersusun sangat rapih, lengkap, dan akuntabel.

Syafran menambahkan, sebagai bendum, sumbangsih Marlina Flora sangat besar, khususnya menangani sekretariat yang dananya begitu besar. Juga untuk dana awal bagi pembinaan anggota di seluruh Indonesia. “Saya bersyukur teman-teman loyalis juga banyak membantu. Sepanjang 2015-2018, alhamdulillah, meski dengan seabrek kegiatan di seluruh Indonesia, juga mengadakan seminar internasional yang pertama dan kegiatan MoU dengan pihak luar negeri, tapi kita tidak meninggalkan hutang,” tandasnya.

Tidak itu saja, kata Syafran, Sekretariat PP IPPAT sudah bagus, siap pakai, termasuk untuk bimtek, pelatihan, dan lainnya. Juga untuk kegiatan peningkatan kualitas calon PPAT yang sudah berjalan, serta menggolkan Permen terkait pembinaan anggota, dan ujian calon PPAT secara rutin.

“Saya siap menerima dan membantu anggota, siapapun itu. Tolong stop teriak atau comment di media sosial yang hanya memperkeruh dan menambah kegaduhan,” seru Syafran. (RN)