Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan

Jakarta, innews.co.id – Secara nasional, menurut data Pemerintah Pusat, per 30 Maret 2020, jumlah kematian akibat virus corona baru mencapai 122 orang, sementara Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan, sudah ada 238 warga Jakarta positif corona yang dimakamkan. Ucapan Anies ini kontan menuai kecaman dari berbagai pihak yang menilai, hanya untuk mencari simpatik, Anies harus melebih-lebihkan jumlah orang yang meninggal.

“Terlalu dilebih-lebihkan agar kesannya korban corona sudah sebegitu banyak di Jakarta, bahkan melebihi angka kematian secara nasional,” ujar Erwin Rabbani, warga Jakarta sekaligus salah seorang aktifis kepada innews, lewat pesan singkatnya, Senin (30/3/2020) malam.

Dalam jumpa pers di Balaikota, Jakarta, Senin (30/3/2020), Anies mengatakan, selama periode 6-29 Maret terjadi 283 kasus pemulasaran jenazah yang menggunakan protap Covid-19. Protap itu meliputi, jenazah harus dibungkus plastik, dimasukkan ke dalam peti, dimakamkan kurang dari 4 jam sejak meninggal, hingga petugas yang mengubur wajib memakai alat pelindung diri (APD) lengkap.

Lanjut Anies mengatakan, mereka yang dikuburkan dengan prosedur penanganan ketat menggambarkan situasi Jakarta kian hari semakin mengkhawatirkan. “Ini menggambarkan situasi di Jakarta terkait dengan Covid-19 amat mengkhawatirkan,” ujarnya.

Erwin menambahkan, kalau hanya ingin mengingatkan soal physical distancing kepada warga Jakarta tidak perlu harus melebih-lebihkan jumlah kematian pasien corona. “Sebagai pemimpin harus bisa memberi motivasi positif bagi warganya, bukan menakut-nakutin, apalagi sampai harus berbohong,” tandasnya.

Lanjutnya, bahkan saat melakukan konferensi pers, sepertinya terlalu didramatisir, dengan suara bergetar. Terlalu hiperbola. “Sepertinya Anies biasa memakai formula markup. Dari lem aibon, pulpen, sekarang jumlah jenazah pun di markup,” ujarnya.

Lain lain comment Margaroti Kemis yang menyatakan, “Kulihat ada yang sedang memainkan keadaan. Dari mata terlihat betapa liciknya”.

Sementara itu, Salahudin Ferdani, di media sosialnya menuliskan, “Pepatah lama mengatakan, ‘Semakin banyak berbicara, semakin banyak salahnya’. Gambaran sikap Anies Baswedan yang setiap hari tidak luput dari Live Konpers untuk corona, jadinya makin banyak salahnya dan semakin nyata bahwa dia sangat jago berkata, tapi minim kerjanya”. (IN)