Bagian atas rumah milik Wali Gunawan di Taman Kedoya Baru dibongkar karena diprotes warga

Jakarta, innews.co.id – Sejak pagi, Kamis (15/10/2020), beberapa mobil Satpol PP dari Kecamatan Kebon Jeruk telah terparkir di depan bangunan mewah milik Wali Gunawan yang terletak di Perumahan Taman Kedoya Baru, Jalan Palma Raya Blok F 2 No.11, Kelurahan Kedoya Elok, Jakarta Barat.

Kehadiran Satpol PP tersebut tak lain ingin membongkar bangunan rumah bagian atas yang dinilai telah menyalahi aturan dan diprotes warga sekitarnya.

Bagian atas yang dibongkar oleh Bagian Penindakan Kantor Wali Kota Jakarta Barat

Sekitar Pukul 10.00 WIB, dipimpin langsung Gala Sitinjak Bagian Penindakan Kantor Wali Kota Jakarta Barat, dan dihadiri oleh Pengurus RW, Babinsa, Koramil, dan Satpol PP Kecamatan, pembongkaran tembok bagian atas rumah mewah tersebut dilakukan. Sejak awal pembongkaran, tidak ada keberatan dari pemilik rumah tersebut.

Ditemui di lokasi, Gala Sitinjak menjelaskan, “Kami melakukan eksekusi karena adanya protes dari warga sekitar yang menganggap tembok tersebut mengganggu. Persoalan ini, sebelumnya sudah dirapatkan di Kecamatan Kebon Jeruk”.

Gala menambahkan, bangunan bagian atas rumah yang dibongkar sekitar 14 meter. “Eksekusi pembongkaran dilakukan hati-hati agar puing-puing tidak masuk ke rumah warga sekitar rumah tersebut,” akunya.

Pembongkaran bagian atas rumah berjalan lancar, Kamis (15/10/2020)

Gala menegaskan, pemilik rumah sudah menandatangani surat pernyataan untuk tidak meneruskan pembangunan

Dia menyarankan, agar saat membangun rumah disesuaikan dengan izin mendirikan bangunan (IMB). Jangan sampai melanggar, karena pasti akan ditindak.

Sementara itu, Dr. John Palinggi, yang rumahnya persis di sebelah bangunan yang bermasalah tersebut, ketika dihubungi mengakui, sejumlah tetangga di sekitar rumah tersebut komplain karena bangunan yang ada tidak sesuai dengan IMB. Salah satunya, di IMB bangunan hanya 3 lantai, tapi kenyataannya ada 4 lantai. “IMB untuk rumah tinggal, tapi kenapa harus menjulang sampai 4 lantai, sudah seperti ruko saja,” ungkap John.

Bangunan menjulang akhirnya dibongkar di bagian atasnya

Demikian juga, selama proses pembangunan dirasa mengganggu tetangga samping dan belakang. Protes yang dilayangkan warga direspon oleh pemerintah setempat.

Dari hasil investigasi innews, diketahui bahwa sebelumnya sudah ada laporan pengaduan terkait ketidaksesuaian bangunan berupa penambahan lantai. Dan, sudah diambil tindakan Surat Peringatan No. 95/-1.758.1/SP/JB/2019 tanggal 13 Februari 2019. Dilanjutkan dengan Surat Segel dan Pemasangan Papan Segel No 92/-1.758.1/SS/JB/2019 tanggal 20 Februari 2019.

Pada hari yang sama, keluar Surat Perintah Bongkar Sendiri No. 97/-1.758.1/SPB/JB/2019 tanggal 20 Februari 2019. Lalu, pemilik bangunan telah membongkar sendiri ketidaksesuaian bangunan pada tanggal 21 Maret 2019.

Selain pembongkaran, pada 2019 lalu, pemilik bangunan juga telah dikenai denda yustisi. Hingga berita ini diturunkan, pemilik rumah belum memberikan keterangan resmi. (RN)