Rully Indrawan (kedua dari kanan) bersama para pelaku UMKM

Jakarta, innews.co.id – Manfaat program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) mulai dirasakan para pelaku usaha kecil penerima Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari Bank BRI. Salah satunya Zaenab pemilik warung kelontong.

Cicilan KUR sebesar hampir 2,5 juta perbulan mendapat penundaan angsuran selama enam bulan ke depan. “Saya juga mendapat subsidi tambahan sebesar Rp2,1 juta. Jadi, angsuran perbulan yang harus saya bayar hanya Rp300 ribuan saja,” terang Zaenab.

Hal serupa dialami Dedi Achyadi, pelaku usaha warung kelontong di pasar tradisional yang memiliki kewajiban membayar cicilan KUR dari BRI sebesar Rp50 juta. Nilai cicilan sebesar Rp2,9 juta. Dengan adanya program PEN, ia hanya mencicil angsuran pokok sebesar Rp134 ribu.

Menurut Sekretaris Kementerian Koperasi dan UKM Rully Indrawan, hingga saat ini baru ada empat bank yang telah mengajukan klaim atas dana talangan dalam program PEN untuk sektor UMKM. Keempat bank tersebut adalah Bank BRI, BNI, Mandiri, dan BPD Kaltimtara.

“Sebagai kuasa pengguna anggaran (KPA) kami terus mendorong agar bank-bank penyalur KUR agar segera melakukan klaim ke pemerintah,” kata Rully dalam siaran persnya, Senin (6/7/2020).

Dikatakannya, Presiden Joko Widodo secara tegas meminta agar Kementerian dan Lembaga (K/L) mempercepat realisasi dan pencairan dana PEN khusus KUMKM yang dipatok sebesar Rp123,46 triliun.

Sementara itu, Direktur Bisnis Mikro Bank BRI Supari menjelaskan, selama pandemi Covid-19 pihaknya melakukan tiga langkah strategis. Yaitu, langkah penyelamatan pelaku UMKM, implementasi program PEN, dan tetap menyalurkan kredit UMKM selama pandemi Covid-19.

“Selama lima bulan pandemi ini, Bank BRI sudah menyalurkan KUR sebesar Rp56 triliun, dari target sebesar Rp120 triliun. Kami optimis, KUR akan tersalurkan seluruhnya hingga akhir tahun,” kata Supari.

Lanjutnya, Bank BRI akan terus mendampingi dan memberdayakan UMKM. Bahkan, ketika nasabah melakukan perubahan usaha dari offline ke online dengan tujuan efisiensi.

Supari meyakini, langkah BRI ke depan akan lebih cepat lagi dalam proses akselerasi implementasi kebijakan PEN. “Selama Mei-Juni 2020 kita sudah menyelamatkan sebanyak 2,7 juta UMKM dengan nilai kredit sebesar Rp110 triliun,” tukasnya. (RN)