Sekretaris Kementerian Koperasi dan UKM, Prof. Rully Indrawan saat memberikan sambutannya pada Pembukaan Gerai UKM IKM Nusantara di Pusat Grosir Solo, Jawa Tengah, Jumat (18/9/2020)

Solo, innews.co.id – Pertumbuhan ekonomi pada kuartal II 2020 menjadi anjlok ke level -5,32 persen akibat Covid-19. Banyak pelaku UMKM terdampak, bahkan harus gulung tikar akibat pandemi tersebut.

“Dampak pandemi ini memang luar biasa. Banyak UMKM terdampak secara umum. Karena jumlahnya paling banyak dan penyerapan tenaga kerja juga banyak jadi kalau kena dampak kita semua kerepotan,” kata Sekretaris Kementerian Koperasi dan UKM, Prof. Rully Indrawan saat memberikan sambutannya pada Pembukaan Gerai UKM IKM Nusantara di Pusat Grosir Solo, Jawa Tengah, Jumat (18/9/2020).

Meski demikian, kata Rully, pandemi juga sedikit banyak memberikan peluang yang baik bagi pelaku UMKM untuk tumbuh kembang. Salah satunya adalah peluang untuk melakukan transformasi bisnis oleh UMKM seperti lebih mengoptimalkan pemanfaatan teknologi dalam bertransaksi baik penjualan atau pembelian. Transaksi secara online akhir-akhir ini menjadi suatu hal yang lazim karena dianggap sebagai solusi untuk meminimalisir kontak langsung agar penularan Covid-19 bisa ditekan.

Karena itu, Rully mengapresiasi dukungan dari semua pihak, khususnya Bank Indonesia (BI) yang telah mengeluarkan sebuah platform QR Code Indonesian Standard (QRIS). Dengan sistem ini akan semakin memudahkan para pelaku UMKM dalam melakukan transaksi. Dari sisi keamanan dijamin bahwa dengan QRIS transaksi cepat, mudah, murah, aman, dan handal. Sistem ini tentu saja mendukung upaya pemerintah dalam mencegah penyebaran Covid-19 karena transaksi bersifat cashless.

“Dengan inovasi luar biasa ini QRIS diharapkan bisa membantu masalah dan hambatan yang disebabkan oleh pandemi sehingga transaksi bisa secara digital. QRIS ini jadi program nasional dimana semua daerah bersama-sama ingin kenalkan mengenai apa dan bagaimana QRIS itu,” sambungnya.

Lebih lanjut, Rully juga berharap semua pihak dapat memberikan dukungan terhadap UMKM nasional untuk bisa bangkit dari keterpurukan. Dia berharap Organisasi UKM IKM Nusantara yang telah tersebar di 21 provinsi bisa bersama-sama pemerintah melakukan pendampingan dan pembinaan bagi UMKM agar bisa bertahan di tengah kondisi yang sulit. Melalui program-program yang disusun oleh UKM IKM Nusantara, Rully menegaskan siap mendukungnya dan berjalan bersama-sama.

“Ini luar biasa, kita berdoa agar UKM IKM Nusantara bisa terus berperan dalam membantu pendampingan terhadap pelaku UMKM kita. Sebelum Covid-19 kita udah koordinasi dengan berbagai Kementerian dan Lembaga untuk melakukan konsolidasi bersama dalam membantu UMKM,” pungkas Rully.

Sementara itu, Kepala Unit Implementasi Kebijakan SP dan Pengawas SP PUR Bank Indonesia Wilayah Solo, Mulyadi, menambahkan bahwa tren transaksi digital yang terus meningkat mendorong BI untuk terus mengkampanyekan QRIS. Sistem pembayaran nasional yang sudah terhubung dengan mobile payment ini telah didukung oleh 38 penyelenggara bank dan non bank. Oleh sebab itu dipastikan transaksi dengan QRIS akan lebih aman dan mudah.

Menurutnya, pelaku UMKM bisa memanfaatkan QRIS ini untuk segala jenis kategori usaha.

Ketua Umum UKM IKM Nusantara, Candra Manggih Rahayu menambahkan, pelaku UMKM di Solo dan sekitarnya siap berkolaborasi dengan pemerintah ataupun swasta lainnya untuk pengembangan usahanya. Menurutnya saat ini UKM IKM Nusantara sudah melakukan perjanjian kerja sama dengan tiga Kementerian yaitu, Kementerian Perindustrian, Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi serta Kementerian Sosial. Kerja sama yang dibangun oleh UKM IKM Nusantara dengan ketiga Kementerian tersebut diantaranya meliputi pengembangan usaha bagi UMKM nasional. (RN)