Edison Manurung Ketua Umum DPP KMDT saat ditemui di ruang kerjanya, beberapa waktu lalu

Jakarta, innews.co.id – Mendukung pariwisata di kawasan Danau Toba, Dewan Pimpinan Pusat Komite Masyarakat Danau Toba (DPP KMDT) mencetuskan program Segitiga Emas Wisata Danau Toba Mendunia.

“Kami (KMDT) terus berupaya memikirkan bagaimana pariwisata di Danau Toba dan sekitarnya bisa kembali menggeliat pasca melandainya pandemi Covid-19,” kata Edison Manurung Ketua Umum DPP KMDT dalam keterangan resminya yang diterima innews, Minggu (31/10/2021).

Dia menjelaskan program Segitiga Emas itu adalah bagaimana wisatawan mengunjungi Danau Toba, lalu bermain pasir putih di Sibolga, dan berselancar di Nias. “Wisatawan bisa menginap beberapa malam di Danau Toba. Mereka bisa menikmati keindahan Danau Toba. Lanjut ke Sibolga yang memiliki pantai nan indah dan berpasir putih. Selepas itu, bisa melanjutkan ke Nias untuk berselancar,” terang Edison yang juga dikenal sebagai mantan delegasi pemuda Indonesia ke Sidang PBB di New York semasa dirinya menjadi Ketua DPP KNPI itu.

Di Nias, para turis juga bisa menyaksikan atraksi budaya lompat batu yang terkenal. Demikian juga di Sibolga ada spot-spot wisata yang bisa dikembangkan.

Edison yakin, dengan konsep ini maka para turis akan merasa puas saat berlibur karena selain menikmati keindahan alam, tapi juga bisa menyaksikan atraksi budaya di tiap daerah. “Perjalanan wisata para turis dari berbagai tempat dan belahan dunia akan terpuaskan dengan mengunjungi tiga lokasi tersebut,” ujarnya.

Menurutnya, konsep ini akan sangat membantu mendongkrak pendapatan daerah dari sektor pariwisata. “Saya sudah sampaikan gagasan KMDT ini kepada Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno. Pak Menteri menyambut baik ide ini. Tinggal dibuatkan paket-paket wisatanya,” tuturnya.

Kedepan, KMDT juga akan bekerja sama dengan biro-biro travel dan wisata serta maskapai penerbangan. Apalagi saat ini Pemerintah Pusat juga tengah membenahi Bandara Sibisa di Samosir. Tentu ini akan sangat mendukung program tersebut.

Edison juga mengusulkan agar bisa dibangun jalan tol dari Medan ke Sibolga. “Kalau selama ini Medan-Sibolga harus ditempuh selama 8 jam, dengan adanya jalan tol cukup 2 jam saja. Efisiensi waktu ini tentu akan membuat mobilitas masyarakat dan turis semakin cepat melalui jalur darat,” pungkasnya. (RN)