Yogyakarta, innews.co.id – Notaris adalah jabatan yang sangat mulia dan bentuk kepercayaan dengan mengemban sebahagian kewibawaan negara, khususnya di bidang hukum keperdataan.

Sistem hukum di Indonesia mensyaratkan kalau ingin membuat akte otentik, salah satu pejabat yang berwenang adalah notaris. Hanya ada 4 surat otentik yang dibuat diluar notaris, yakni akta perkawinan, kelahiran, kematian dan perceraian.

Pun produk yang dihasilkan notaris yang juga disebut dengan protokol adalah arsip negara.

Hal tersebut diuraikan Dr. Irwan Santosa, SH., M.Kn, notaris senior yang telah 23 tahun berkiprah dalam dunia kenotariatan dalam perbincangan di sela Pra Kongres Ikatan Notaris Indonesia (INI), di Yogyakarta, Jumat (19/10).

Mengingat strategisnya peran notaris, kata Irwan, maka INI pun sebagai wadah tunggal para notaris punya tanggung jawab besar menjaga kewibaan notaris, termasuk di dalamnya mampu menjalankan dan memajukan organisasi dengan baik.

Menurut Irwan, ada beberapa hal yang harus diperhatikan oleh kepengurusan INI di semua level, misal, melakukan sosialisasi terkait kemungkinan notaris terjerat hukum dalam melaksanakan tugas kenotariatannya. Juga melakukan pendampingan dan bantuan hukum bagi mereka yang tersangkut masalah hukum.

“Saat ini, banyak notaris tersangkut persoalan hukum karena diduga melakukan penipuan, penggelapan, tindak pidana korupsi, TPPU, dan sebagainya. Padahal, tugas notaris hanya membuat akta berdasarkan keterangan dari para pihak. Soal data yang dituangkan dalam akta itu kan tidak ada hubungannya dengan notaris,” urai Irwan.

Hal lainnya, kata Irwan, ke depan unsur teknologi harus masuk ke semua lini pekerjaan notaris.”Bayangkan saja, hari gini, masak akta notaris yang jumlahnya mungkin sudah ribuan harus dijahit,” imbuhnya.

Demikian juga akta yang banyak itu, hari gini, harus dicatat atau dibuat tertulis. “Ini menjadi pekerjaan rumah bagi para pengurus INI ke depan untuk bagaimana memasukkan unsur-unsur IT dan hal-hal lain yang berkaitan dengan perkembangan zaman ke dalam seluruh aspek pekerjaan notaris,” ujarnya.

Di beberapa negara, kata Irwan, sudah dikembangkan cyber notaris, sehingga tidak lagi perlu mempertemukan dua pihak atau lebih yang melakukan pengikatan atau perjanjian. Karena bisa jadi dua belah pihak tersebut ada di tempat yang berjauhan.

Karena itu, besar harapan Irwan kepada para pengurus INI ke depan untuk bisa memikirkan hal tersebut. (RN)