Dr. John N. Palinggi, MM., MBA., Ketua Harian Badan Interaksi Sosial Masyarakat (BISMA) sekaligus pengamat sosial politik nasional saat ditemui di Jakarta, Minggu (29/3/2020) siang

Jakarta, innews.co.id – Hingga 31 Maret 2020, menurut data yang ada, tercatat sudah 190 negara terjangkit virus corona. Seluruh pemimpin negara tengah berjuang agar rakyatnya tidak menjadi korban virus yang menular ini, tak terkecuali Indonesia.

Dampak yang dirasakan begitu luar biasa, tidak hanya perekonomian yang anjlok, tapi juga banyak orang harus kehilangan orang yang dikasihinya.

Ditengah situasi bangsa yang serba tidak menentu ini, rasa khawatir, bahkan ketakutan menghantui masyarakat luas. Kian diperparah dengan munculnya berita bohong atau hoaks. Yang banyak terjadi, masyarakat pun terpapar pikiran-pikiran negatif yang membuatnya menjadi serba ketakutan.

Berpadu hadapi Covid-19

Padahal, salah satu upaya yang sejatinya dikembangkan untuk melawan Covid-19 adalah membangun optimisme. Hal ini secara terbuka dikatakan Dr. John N. Palinggi, MM., MBA., Ketua Harian Badan Interaksi Sosial Masyarakat (BISMA) sekaligus pengamat sosial politik nasional saat ditemui di Jakarta, Minggu (29/3/2020) siang.

John menilai, cepatnya merebak corona telah mengancam perekonomian global. Ini sudah nampak. Saham perusahaan-perusahaan besar di dunia anjlok. Pun nilai tukar rupiah kian melorot. Sejumlah bidang usaha bangkrut, seperti industri, pariwisata, dan lainnya. Kalau dikalkulasi, mengerikan kerugian yang dialami. Belum lagi ancaman PHK bagi karyawan yang sudah didepan mata.

“Meski begitu, kita jangan terfokus pada hal-hal tersebut saja. Apalagi sebagai umat beragama, jangan lagi berpikir, berapa ‘kehilangan’ yang dialami, tapi bagaimana kita melihat sebuah harapan akan kebangkitan bangsa ini,” tutur John.

Diyakini, wabah Covid-19 diperkenankan terjadi agar nampak ketidakberdayaan manusia. “Saya yakin, jika Tuhan berkenan, maka wabah corona bisa segera dihentikan,” kata John.

Karena itu, John mengajak semua pihak untuk melakukan introspeksi diri dan melihat apa-apa saja yang sudah dilakukan selama hidupnya. “Mungkin pernah melukai perasaan orang lain, bahkan menghujat sesama, ya bertobatlah,” pinta John.

Data pasien positif corona per 30 Maret 2020 di Indonesia

Menurut John, di masa-masa sekarang ini adalah saatnya memperkuat vitamin rohani. Dengan selalu berpikir positif terhadap sesama, maka imunitas tubuh pun akan kuat, bahkan untuk melawan corona sekalipun.

“Percayalah, kalau kita hanya diselimuti rasa takut, sama saja kita menyiksa dan meracuni diri sendiri serta tidak meyakini akan kekuatan Tuhan. Waspada boleh, namun jangan jadi super penakut,” imbuh John.

Lebih jauh Presiden Direktur PT Karsa Mulindo Semesta Group ini mengatakan, sekarang juga menjadi saat yang tepat untuk berbagi dengan sesama. “Ada banyak orang yang hidupnya terdampak corona, utamanya mereka yang bekerja non-formal. Belum lagi para petugas medis yang berjuang sekuat tenaga. Mereka butuh ‘sentuhan’ kasih dari kita,” seru John bersemangat.

Selain itu, John juga meminta semua pihak terus mentaati himbauan yang disampaikan oleh pemerintah. “Apa yang dilakukan pemerintah sejauh ini sangat maksimal, termasuk memutuskan umtuk tidak lock down. Sebab memang kita tidak mengenal istilah itu. Yang ada hanya karantina wilayah. Itu pun merupakan usulan Bupati/Wali Kota kepada Gubernur yang meneruskan kepada Presiden untuk selanjutnya dikaji apakah memang sudah layak wilayah tersebut dikarantina. Perlu validasi data secara konkrit karena menyangkut banyak aspek sebagai pertimbangan,” jelasnya.

Karena itu, menurut John, kita dukung dan doakan pemerintah serta meyakini bahwa mereka sanggup membawa bangsa ini keluar dari persoalan yang berat ini. “Saya yakin Presiden Joko Widodo dan jajarannya bekerja keras hari ke hari guna meminimalisir dampak corona terhadap masyarakat dan negara. Presiden tidak ingin jatuh korban atau perekonomian menjadi ambruk. Semua sekarang ada di pundaknya sebagai pemimpin bangsa. Karena itu, tugas kita sebagai masyarakat adalah mentaati aturan yang ada, baik social distancing (stay at home) maupun physical distancing (jaga jarak), menjaga kesehatan, untuk sementara work from home, tidak mudik, serta segera memeriksakan kesehatan bila mengalami gangguan kesehatan. Semua itu untuk kebaikan rakyat Indonesia,” tugas John.

Dirinya berkeyakinan, kalau rakyat Indonesia bisa patuh pada himbauan pemerintah, maka akan lebih cepat Indonesia keluar dari persoalan ini. “Jangan berbuat hal yang aneh-aneh, seperti menyebar hoaks, keluar rumah atau berkumpul dengan tujuan yang tidak jelas, apalagi menghina-hina pemerintah,” pungkas John. (RN)