Dr. John N. Palinggi, MBA., pengamat politik dan sosial kemasyarakatan bicara tentang Tanah Toraja

Jakarta, innews.co.id – Penerapan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan masyarakat di Tanah Toraja sudah berlangsung turun temurun. Harmonisasi masyarakat di sana terpelihara dengan baik. Tidaklah berlebihan bila dikatakan Tanah Toraja telah sukses membumikan Pancasila.

Hal ini dikatakan DR. John N. Palinggi, MBA., pengamat politik, sosial kemasyarakatan yang baru saja mengunjungi Tanah Toraja dan Toraja Utara, akhir Agustus 2019 lalu dalam rangka mendukung sosialisasi wawasan kebangsaan di 2 kabupaten yang berada di Provinsi Sulawesi Selatan tersebut.

Rombongan tim bersama Dr. John Palinggi tengah mengunjungi Tanah Toraja dan Toraja Utara beberapa waktu lalu

“Pancasila sudah begitu mengakar di Tanah Toraja dan Toraja Utara. Dan itu sudah berlangsung turun temurun,” kata John Palinggi saat ditemui innews di ruang kerjanya yang asri di Jakarta Pusat, beberapa waktu lalu.

Diuraikannya, kerukunan beragama begitu dahsyat dan telah menciptakan harmonisasi kehidupan sesama anak bangsa. “Pancasila telah memberi warna bagi kehidupan masyarakat disana,” kata John yang juga dipercaya sebagai Sekjend BISMA.

Saat umat Muslim membangun masjid, urai John Palinggi, maka pemuda-pemuda non-Muslim ikut membantu. Begitu juga sebaliknya, dalam Perataan Natal, pemuda Muslim membantu parkiran dan ikut menjaga gereja.

Dr. John N. Palinggi (kedua dari kiri) bersama Bupati dan Tim dari Jakarta

Masyarakat Toraja juga, tambah John, begitu cinta dan loyal kepada negara, bahkan pemimpin negara. Pada Pemilihan Presiden 2019 lalu, perolehan suara pasangan Jokowi-Ma’ruf, di 2 tempat itu diatas 90 persen.

John meyakini, konstruksi bangunan Pancasila di Tanah Toraja dan Toraja Utara sudah tertata dengan baik. Bukan berarti tanpa perbedaan, namun tokoh setempat bersama masyarakat mampu menyelesaikannya dengan arif dan bijaksana.

Meski demikian kata John, dalam hal pengembangan daerah, utamanya sektor pariwisata harus mendapat perhatian dari pemerintah pusat. “Dulu, Tanah Toraja dan Toraja Utara menjadi destinasi wisata unggulan di Indonesia setelah Bali. Tapi kini, nama Toraja ‘menghilang’ dari list destinasi wisata unggulan,” kata Hari.

Dr. John Palinggi (keempat dari kanan) berfoto bersama usai sosialisasi wawasan kebangsaan di Tanah Toraja

Begitu juga pembangunan bandar udara di 2 kabupaten tersebut, yang mangkrak. Padahal, pemerintah pusat sudah menggelontorkan Rp450 milyar untuk pembebasan lahan yang akan digunakan sebagai banda udara. Bahkan, kondom dalam laporan disebutkan anggaran yang digunakan sekitar Rp5 triliun.

Karena itu, John mengharapkan perhatian pemerintah pusat dengan cara menetapkan Tanah Toraja dan Toraja Utara sebagai destinasi wisata unggul di tahun 2020.

Dr. John N. Palinggi, MBA., sedang ‘menggapai’ matahari dan berdiri di atas awan, dalam kunjungannya ke Tanah Toraja dan Toraja Utara, beberapa waktu lalu

“Masyarakat Tanah Toraja dan Toraja Utara berharap presiden Jokowi bisa membangun bandar udara di sana. Juga memperbaiki jalan-jalan nasional di sana yang sudah bolong-bolon. Hal lainnya, memasukkan kedua wilayah tersebut kedalam destinasi wisata unggulan nasional” tukasnya. (RN)