Dr. Juniver Girsang Kuasa Hukum Luhut Binsar Pandjaitan ungkap permintaan saham Freeport yang dilakukan Haris Azhar

Jakarta, innews.co.id – Masih membekas dalam ingatan kita istilah ‘Papa Minta Saham’ pada kasus Setya Novanto. Nampaknya itu kini berulang lagi. Kali ini mencuat dugaan ‘Haris Minta Saham’, seperti disampaikan Dr. Juniver Girsang dalam acara Mata Najwa di salah satu stasiun televisi swasta, Rabu 29 September 2021.

Juniver dengan gamblang mengatakan, Haris Azhar pernah menemui Luhut Binsar Pandjaitan untuk meminta saham PT Freeport Indonesia yang katanya diperuntukkan bagi masyarakat adat di Papua.

Kepada innews, Selasa (12/10/2021), Juniver yang juga kuasa hukum Luhut Pandjaitan dalan kasus fitnah dan pencemaran nama baik yang dilakukan Direktur Eksekutif Lokataru Haris Azhar dan Koordinator KontraS Fatia Maulidadan, terkait bisnis tambang di Papua.

“Saya tidak tahu ya, apakah tudingan dia kepada Luhut lantaran permintaan sahamnya ditolak atau menjadi semacam pressure agar Pak Luhut mau memberikan saham Freeport. Tidak tahu persis saya,” kata Juniver lagi.

Dia mengatakan, video berisi pernyataan Haris dan Fatia di akunnya Haris itu diupload dapat diduga setelah permintaan saham Freeport Haris ke Pak Luhut ditolak. “Jadi, saya duga ini semua (video tudingan Luhut bermain di sektor tambang) yang diungkap Haris merupakan grand design,” imbuh Juniver lagi.

Juniver yang juga Ketua Umum DPN Peradi ini menambahkan, tudingan Haris dan Fatia pun tidak mendasar meskipun mengklaim berasal dari hasil kajian. Pasalnya, dari 26 halaman hasil kajian yang dimaksud tidak terungkap adanya temuan soal Luhut bermain di sektor tambang.

“Saya membaca secara rinci dokumen yang disebut Haris dan Fatia yang menjadi dasar dari tudingan itu. Di sana tidak ada apa yang mereka tuduhkan kepada Pak Luhut. Setelah ramai di publik, baru mereka meminta klarifikasi kepada Pak Luhut, padahal seharusnya mereka yang harus meluruskan,” terangnya.

Juniver mengatakan Luhut, selaku kliennya, yang merasa dicemarkan nama baiknya telah mengungkap bahwa Haris pernah mendatanginya untuk meminta saham freeport. Itu terjadi jauh sebelum video tudingan yang dibuat Haris dan Fatia beredar yakni Maret 2021.

“Mereka bilang omongan saya ngawur. Tapi ternyata sekarang Pak Luhut sendiri sudah menyatakan bahwa Haris memang pernah datang untuk meminta saham Freeport. Berarti, apa yang saya sampaikan benar dong,” kata Juniver.

Lebih jauh dia meminta masyarakat berpikir jernih dari duduk perkara ini. Sebab informasi yang baik harus dilihat dari banyak sudut pandang secara objektif. “Masyarakat tidak boleh teracuni kabar bohong dan yang tidak benar. Dari kasus ini kita sudah melihat mana yang benar dan dibuat-buat. Lebih jelasnya pun nanti proses hukum akan memperkuatnya,” ungkapnya.

Hingga berita ini diturunkan, Haris belum memberikan pernyataan resmi. Perseteruan Luhut dengan Haris dan Fatia saat ini tengah ditangani Polda Metro Jaya. Laporan Luhut terdaftar dengan nomor LP/B/4702/IX/2021/SPKT/Polda Metro Jaya pada Rabu (22/9/2021).

Sebagai pelapor, Luhut telah menjalani pemeriksaan di PMJ, pada Senin, 27 September 2021, dan rencananya minggu ini Haris dan Fatia akan menjalani pemeriksaan di PMJ.

Bagi Luhut, dibawanya persoalan ini ke ranah hukum untuk memberikan pembelajaran bagi banyak pihak agar tidak asal menuduh orang lain. “Ini pembelajaran pada publik, lain kali jangan asal nuduh,” pungkasnya. (RN)