Perwakilan PBB di Indonesia, Valerie Julliand, dalam telekonferensi mengenai pemberdayaan perempuan. (United Nations)

Jakarta, innews.co.id – Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) secara khusus mengalokasikan anggaran sebesar Rp 24,4 milyar guna meningkatkan pemberdayaan ekonomi lokal bagi perempuan dan populasi rentan di Indonesia. Ini sebagai bagian dari komitmen PBB dalam mendukung semua negara agar segera pulih dari pandemi Covid-19.

Dalam siaran pers yang diterima innews, Senin (8/3/2021), PBB menjelaskan, paket pendanaan ini ditujukan untuk menyiapkan proyek baru yang bertujuan mendukung kelompok rentan, termasuk perempuan, pengungsi, dan para pekerja migran.

“Proyek ini menawarkan dukungan kepada sasaran penerima manfaat melalui tiga cara utama. Yakni, mendukung pelatihan kewirausahaan dan pengembangan bisnis, memfasilitasi akses ke pengembangan keterampilan dan pekerjaan, serta menjamin pasar tenaga kerja yang setara dan inklusif gender yang bebas dari diskriminasi,” kata Perwakilan PBB di Indonesia, Valerie Julliand.

Di Indonesia, empat badan PBB, yakni Organisasi Buruh Internasional (ILO), Program Pembangunan PBB (UNDP), Program Bersama PBB untuk HIV/AIDS (UNAIDS), dan Badan Pengungsi PBB (UNHCR) akan bekerja sama dengan pemerintah Indonesia dalam memastikan kelompok rentan ini tidak tertinggal dan dirugikan.

“Ketika kondisi pasar tenaga kerja memburuk, ketidaksetaraan yang sudah ada sebelumnya semakin memburuk juga,” jelasnya.

Berdasarkan hasil survei angkatan kerja terbaru, 29 juta pekerja terkena imbas pandemi dengan 24 juta orang mengalami pemotongan jam kerja dan pendapatan. Upah rata-rata juga menurun sebesar 5,2 persen antara 2019-2020.

“Beberapa kelompok rentan cenderung mengalami ketertinggalan selama krisis sosial ekonomi dan proses pemulihan. Merupakan tindakan yang sangat penting agar badan-badan PBB bekerja sama dengan pemerintah Indonesia dan organisasi masyarakat sipil dan mengambil tindakan katalis untuk memberi manfaat dan memberdayakan kelompok-kelompok ini secara langsung,” kata Valerie lagi.

Paket pendanaan Covid-19 kali ini bukan kali pertama disalurkan PBB. Sebelumnya, pada Juni 2020, PBB telah mengalokasikan dana bantuan Covid-19 ke Indonesia sebesar USD2 juta (sekitar Rp28,7 miliar) untuk mendukung kemajuan mekanisme perlindungan sosial dan ekonomi Tanah Air. (RN)