Rektor Undip Profesor Yos Johan Utama

Semarang, innews.co.id – Banyaknya penolakan UU Cipta Kerja (omnibus law) dari kalangan akademisi, mendorong perlunya masukan dan aspirasi dari kalangan universitas. Untuk itu, Universitas Diponegoro (Undip) Semarang menggagas dibukanya posko aspirasi terkait UU tersebut.

“Kami mendorong kampus-kampus di Indonesia untuk membuka posko pengaduan UU Cipta Kerja sebagai bentuk dukungan terhadap pemerintah,” kata Rektor Undip Profesor Yos Johan Utama di Semarang, Senin lalu.

Menurutnya, pihak kampus akan membuka posko untuk menampung aspirasi dari masyarakat. “Kami juga berharap pemerintah pusat segera memberikan salinan resmi UU Cipta Kerja kepada masyarakat agar semuanya memiliki landasan yang pasti untuk menentukan sikap,” lanjut Ketua Dewan Pertimbangan Forum Rektor Indonesia ini.

Gubernur Jawa Tengah mengapresiasi keterlibatan pihak kampus dalam upaya menampung aspirasi masyarakat luas ini sebab dengan dibukanya posko pengaduan di berbagai kampus, maka masyarakat bisa mendapatkan akses luas untuk menyampaikan pendapatnya.

“Harapannya, posko ini dapat menyerap aspirasi dari masyarakat yang dapat disampaikan kepada pemerintah pusat. Tidak hanya buruh, tapi ini ada kepentingan pengusaha, masyarakat, akademisi, dan lainnya,” tukasnya. (RN)