Putri Simorangkir Ketua Umum Damai Nusantaraku (Dantara), relawan Jokowi pada Pilpres lalu

Jakarta, innews.co.id – Di era Presiden Joko Widodo, Indonesia bukan lagi pengekspor bahan baku, melainkan telah menjelma sebagai pelaku industri jadi. Sekalipun World Trade Organization (WTO) menyatakan Indonesia kalah, namun kebijakan utama ada di tangan Pemimpin Negara. Dan, dengan tegas Presiden Jokowi sudah menyatakan, “Nggak apa-apa, tapi barangnya sudah jadi dulu, industrinya sudah jadi”.

“Selama ini, kita telah menjadi pemasok bahan baku, baik mineral, minyak bumi, dan produk olahan lainnya. Kini saatnya Indonesia menjadi pelaku industri yang memproduksi bahan jadi ke mancanegara. Dengan begitu, maka Indonesia akan kian diperhitungkan dan bisa menjadi negara besar,” kata Putri Simorangkir, aktivis sekaligus Ketua Umum Damai Nusantaraku (Dantara), relawan Jokowi, menyikapi putusan WTO soal larangan ekspor nikel, dalam siaran persnya kepada innews, di Jakarta, Jumat (25/11/2022).

Presiden pertama Indonesia, lanjut Putri, sudah mengatakan bahwa Indonesia adalah Jamrud Khatulistiwa karena negeri ini terdiri dari ribuan pulau yang tampak hijau dan indah bak jamrud.

“Itu bukan sekadar nama atau sebutan, melainkan bentuk pujian selangit sebagai bentuk kekaguman terhadap pemberian Tuhan bagi bangsa ini,” ungkap Putri yang juga dikenal sebagai pemerhati sosial budaya ini.

Dia mengatakan, bukan saja indah, negeri ini juga ternyata sangat kaya. Hijau lantaran gugusan hutan yang menghasilkan berbagai jenis kayu yang mahal-mahal, tanah subur yang memungkinkan menanam berbagai tanaman pertanian dan perkebunan, aneka rempah-rempah, minyak bumi, mineral dan tambang, kekayaan laut dan sebagainya.

Tak heran, bangsa-bangsa Eropa dulu berebut masuk Indonesia untuk merenggut berbagai hasil bumi. Bahkan, dengan kekuatan besar, Belanda berupaya menjajah Indonesia guna menguasai kekayaan alamnya.

Meski disebut-sebut negeri kaya, ternyata sejak dulu rakyat Indonesia tidak bisa menikmati sepenuhnya. Ulah pemimpin-pemimpin terdahulu yang lebih rela menjual bahan baku ke luar negeri menjadi biang kerok Indonesia sulit maju-maju. “Entah ya, apa memang pemimpin sebelumnya tidak punya konsep membangun Indonesia dengan segala kekayaan alam yang ada atau mereka hanya ingin memperkaya diri sendiri dengan jadi ‘sales’ yang menjual aneka bahan mentah ke negara lain?” tanya Putri.

Menurutnya, sangat kontras, negerinya kaya, tapi penduduknya masih banyak yang miskin dan terbelakang. “Pemimpin terdahulu membiarkan pihak asing menikmati kekayaan alam Indonesia, sementara rakyatnya dibiarkan miskin papa,” gambar Putri lagi.

Dia menilai, baru Presiden Jokowi yang mencelikkan mata segenap rakyat akan keadaan ini bahwa kita adalah pemilik semua kekayaan. Maka kitalah yang berhak mengatur serta mengelola kekayaan itu sendiri, bukan pihak lain. Tak hanya itu, bahkan Pak Jokowi memperjuangkan agar kekayaan itu harus kembali kepada bangsa Indonesia.

Dicontohkan seperti nikel, batubara, dan hasil tambang lainnya. Secara tegas dan bernyali, Presiden Jokowi melarang keras untuk ekspor raw materials ke negara lain.

Keputusan ini tentu membuat negara-negara yang dulunya ‘disuapin’ Indonesia jadi blingsatan. “Negara-negara Eropa yang selama bertahun tahun lamanya menimbun kekayaan dengan membeli raw materials dari Indonesia dengan harga murah, kemudian mengembalikan ke negara kita sebagai produk jadi dengan harga yang berlipat kali menjadi marah serta memprotes Indonesia melalui persidangan WTO.

Namun, Presiden Jokowi sudah mengantisipasi keputusan WTO tersebut. Meski kalah, namun upaya Presiden Jokowi patut mendapat acungan jempol. “Kita memiliki Presiden yang memiliki hati tulus bagi kepentingan bangsa. Beliau mengajak serta menguatkan kita sebagai bangsa yang berdaulat, bangsa pemilik seluruh kekayaan itu, agar tidak takut maupun gentar,” seru Putri.

Berulang kali Presiden Jokowi menyatakan bahwa kita tidak boleh takut kepada para perampok. Bahkan sebagai orang nomor satu di negeri ini, Jokowi sudah memastikan tidak akan membayar sesenpun ganti rugi akibat menghentikan ekspor. Tak heran, Pemerintah memilih banding dengan putusan WTO. Di sisi lain, Indonesia juga mempersiapkan segala kebutuhan pembangunan industri besar di masa yang akan datang.

Putri menegaskan, Indonesia diprediksi akan menjadi salah satu negara terkaya di dunia apabila kekayaan bumi, laut dan udara kita dikelola secara baik. Dijauhkan dari nafsu para perampok dan koruptor yang selama ini ikut menggerogoti dan menjual-jual kekayaan alam Indonesia hanya untuk memperkaya diri sendiri dan kelompoknya saja.

“Kita siap menuju Indonesia Emas. Kami sebagai rakyat salut serta selalu berada di belakang Presiden Jokowi dengan dukungan penuh,” pungkas Putri. (RN)