Jakarta, innews.co.id – Mencermati kondisi bangsa dalam berbagai dimensinya serta beragam persoalan kehidupan bernegara, membuat Forum Kerjasama Ormas Kristen (FK-OK) secara intens mengadakan Focus Group Discussion (FGD), seperti yang dilakukan Kamis, (5/9/2019), dengan mengundang tokoh nasional Jacob Tobing, Bonar Simangunsong, dan lainnya, di Handayani Prima, Jakarta.

Pada kesempatan itu, secara terbuka Jacob Tobing mengatakan, Pancasila bukan sekadar dasar negara, melainkan sebuah spirit yang harus dijiwai oleh seluruh rakyat Indonesia. “Memang ada kelompok-kelompok yang coba menggoyang Pancasila, bahkan mau menggantinya dengan dasar lain. Namun, kelompok-kelompok masyarakat yang pro pada Pancasila masih lebih banyak. Karena itu, semua pihak harus bersuara menolak paham lain diluar Pancasila,” ujarnya.

Karena itu, lanjut Jacob, ia menyambut baik apa yang dilakukan FK-OK yang secara intens melakukan diskusi mengenai berbagai persoalan bangsa dan negara. “Kita dukung forum ini agar bisa berkiprah lebih luas dan memberi kemanfaatan bagi relasi keberagaman agama di Indonesia,” kata Jacob.

Sementara itu, Yerry Tawalujan, M.Th., Ketua Umum Gerakan Kasih Indonesia (Gerkindo) mengatakan, acara FGD yang diadakan FK-OK merupakan agenda rutin yang dilakukan setidaknya 2 kali dalam sebulan. “Berbagai hal kami bahas bersama menyangkut isu-isu terkini, serta problematika bangsa,” terangnya.

Ia mencontohkan, agenda hari ini dibahas mengenai isu wisata halal yang mau diberlakukan Gubernur Sumatera Utara di Kawasan Danau Toba. Menurut Yerry, masyarakat di kawasan Danau Toba sudah ada sudah sejak ribuan tahun silam dengan budaya dan kearifan lokal yang berkembang turun temurun.

“Bagaimana mungkin hanya gara-gara turis yang menginap paling 3-4 hari di Danau Toba, lantas harus dihapus budaya, tradisi, dan kearifan lokal yang usianya sudah ratusan tahun. Ini sangat tidak masuk akal,” kritik Yerry tajam.

Dikatakannya, baiknya Gubsu mengurus soal pengembangan infrastruktur, sarana dan prasarana pendukung pariwisata di sekitar Danau Toba, daripada sibuk urus yang halal dan haram. “Biarkan saja kearifan lokal mewarnai wisata di Danau Toba. Justru dengan begitu, ada kekhasan di kawasan tersebut,” tukasnya.

Para peserta FGD pun sepakat untuk menolak keinginan Gubsu memberlakukan wisata halal di Kawasan Danau Toba. “Jangan hilangkan kearifan lokal dan tradisi yang sudah ada turun temurun. Soal halal dan haram kan bicara aturan masing-masing agama, tidak perlu dikaitkan dengan masalah pariwisata,” tukas Yerry yang diaminkan semua peserta FGD.

Lebih jauh Yerry mengatakan, FK-OK juga saat ini tengah menyiapkan konsep untuk audiense dengan Presiden RI H. Ir. Joko Widodo. “Semoga dalam waktu dekat kita bisa dapat waktu bertemu Presiden agar bisa disharingkan berbagai hal terkait kehidupan berbangsa dan bernegara,” pungkas Yerry. (RN)