GajiGesa tawarkan solusi mengatur keuangan bagi para pekerja. Hal itu disampaikan Co-Founder GajiGesa dalam jumpa pers virtualnya, Rabu (28/7/2021)

Jakarta, innews.co.id – Banyak pekerja di Indonesia mengalami masalah dalam mengatur keuangan lantaran skema penggajian mayoritas dengan sistem bulanan. Tak heran, banyak pekerja terpaksa mengajukan pinjaman jangka pendek kepada lembaga keuangan untuk mengamankan arus kas pekerja.

Guna mengatasi hal tersebut, GajiGesa startup fintech yang didirikan pada tahun 2020 oleh Vidit Agrawal dan Martyna Malinowska menyediakan akses ke Earned Wages Access (EWA), dimana pekerja dapat menerima pembayaran pro-rata lebih awal dari perusahaan.

EWA bukan dana talangan oleh perusahaan, namun merupakan pembayaran kepada karyawan berdasarkan hasil jam kerja dan merupakan hak karyawan atas kerja kerasnya. Kelebihan utama menggunakan GajiGesa bagi karyawan adalah fleksibilitas yang ditawarkan dan dapat diakses kapan saja di mana saja dan secara real-time.

“Prinsip utama kami adalah menciptakan nilai tambah yang kongkrit di lapangan. Kami ingin menciptakan dampak positif bagi pekerja, terutamanya para karyawan yang bekerja secara gigih namun tidak pernah mendapatkan credit scores oleh lembaga finansial atas usaha dan waktu yang mereka luangkan,” terang Vidit Agrawal, Co-Founder GajiGesa dalam jumpa pers virtual, Rabu (28/7/2021).

Misi utama GajiGesa, kata Vidit, adalah menciptakan ekosistem yang menguntungkan perusahaan dan karyawan. Bagi perusahaan tujuan utamanya adalah mendapatkan kas yang sehat dan menjaga kestabilan perusahaan dan bagi karyawan dapat mendapatkan gaji lebih awal hingga dapat mengurangi ketergantungan karyawan untuk pinjaman tenor pendek ataupun rentenir untuk menutupi kebutuhan sehari-harinya sehingga mengurangi stres finansial yang mereka hadapi.

Dia menambahkan, saat ini di Indonesia masih banyak perusahaan yang belum mengunakan teknologi untuk pengelolaan payroll, sehingga banyak pekerjaan administrasi terkait pembayaraan gaji masih dilakukan secara manual.

“Kami ingin memberi solusi permasalahan yang sering yakni, tidak adanya fleksibilitas dalam benefit bagi karyawan dan terkadang BPJS tidak dibayarkan, pajak tidak dibayarkan serta kurangnya optimalisasi teknologi dan digitalisasi oleh perusahaan, terutamanya disektor informal” tambahnya.

Sementara itu, Martyna Malinowska, Co-Founder GajiGesa mengatakan, “Bunga pinjaman di sektor informal di Indonesia sangat tinggi dan dapat mencapai hingga 28% perbulan dan lebih dari 300% pertahunnya, dan dapat mencapai lebih di beberapa daerah di Indonesia”.

Riset GajiGesa mengungkapkan, 60% karyawan dalam 10 tahun terakhir di Indonesia lebih memilih untuk mengajukan pinjaman kepada lembaga keuangan informil atau yang lebih dikenal sebagai rentenir, terutamanya pegawai yang memiliki pendapatan dibawah Rp10 juta.

Di sisi lain, Ade Yuanda Saragih, Country General Manager GajiGesa Indonesia mengungkapkan bahwa potensi well-tech di Indonesia sangat besar, terutama pada kondisi pandemi, dimana perusahaan ingin memberikan benefit yang lebih bagi karyawannya.

“Kehadiran pihak ketiga yang dapat memberikan solusi bagi perusahaan yang ingin memberikan manfaat yang lebih kepada karyawannya agar karyawan merasa nyaman dan bekerja di perusahaan tersebut,” kata Ade.

Potensi pertumbuhan welltech juga didukung oleh kebijakan-kebijakan strategis pemerintah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia. Saat ini partner dan perusahaan yang bekerjasama dengan GajiGesa memiliki karyawan yang usianya variatif dari generasi milennial hingga generasi yang lebih tua menjadi sebuah peluang bagi GajiGesa karena kebutuhan dari karyawan semakin bertambah, seperti kuota internet, e-wallet ataupun pembelanjaan online.

“Kami juga menyediakan layanan yang terintegrasi dimana mereka bisa menarik gaji mereka untuk mengisi e-wallet mereka seperti Shopee, Dana, Gojek, OVO sehingga platform kami dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari mereka,” pungkas Ade.

Sekilas GajiGesa

GajiGesa, sebuah platform penunjang finansial karyawan, yang memungkinkan karyawan untuk dapat mengakses gajinya lebih awal, Mempunyai visi dan misi untuk membantu karyawan dari jeratan utang ke pihak ketiga, GajiGesa menawarkan konsep EWA untuk para karyawan, yang memungkinkan employer atau perusahaan memberikan gaji kepada karyawan lebih awal tanpa mengganggu arus kas perusahaan.

GajiGesa merupakan startup yang telah mendapatkan pendanaan seed round (pendanaan awal) sebesar US$2,5 juta dari beberapa investor, di antaranya, Defy.vc, Quest Ventures, GK Plug and Play, Next Billion Ventures, Alto Partners Multi-Family Office, Kanmo Group dan beberapa angel investor. Pada Mei 2021, Gaji Gesa memperoleh pendanaan tambahan, yang nilainya tidak dipublikasikan, dari beberapa angel investor lainnya, termasuk OCBC NISP Venture dan para pendiri Kopi Kenangan.

GajiGesa meyakini setiap karyawan berhak untuk mendapatkan akses dan pendidikan finansial. Dengan GajiGesa, karyawan bisa memiliki kontrol penuh akan keuangannya dalam genggaman tangan. (RN)