Jakarta, innews.co.id – Derasnya masuk narkoba dengan berbagai jenis telah membuat Presiden Joko Widodo secara tegas menyatakan bahwa Indonesia Darurat Narkoba. Hal ini sejatinya tidak saja diaminkan oleh berbagai pihak, tapi juga dicarikan solusi agar tidak semakin banyak anak bangsa yang tergerus oleh peredaran narkoba yang kian masif ini.

Persatuan Wanita Kristen Indonesia (PWKI) sebagai salah satu lembaga yang menaungi perempian-perempuan Kristen di Indonesia terbeban akan hal ini. Untuk itu, secara khusus PWKI menggandeng Badan Narkotika Nasional (BNN) untuk mengadakan Training of Trainer mengenai Pengenalan Sejak Dini Tentang Bahaya Narkoba.

Pelatihan ini diadakan pada 3-5 Oktober di Balai Diklat BNN, Lido, Jawa Barat. Pada acara pembukaan di Wisma Baptis, Jakarta, Rabu (3/5), Ketua Umum PWKI Sheila A. Lumempouw-Salomo, SH., mengatakan, “PWKI turut prihatin dengan semakin maraknya peredaran narkoba. Ini ditandai dengan semakin banyaknya anak-anak bangsa yang menjadi korban dan pecandu narkoba, serta bandar-bandar narkoba yang menghuni penjara”.

Oleh karena itu, lanjut Sheila, adalah penting membekali para perempuan Kristen untuk mengenal apa itu narkoba. “PWKI merasa bahwa penanganan penyalahgunaan narkoba harus dilakukan sejak dini. Mereka harus memahami tentang bahaya narkoba dan pengetahuan itu harus diberikan berkesinambungan melalui pendidikan yang dikemas dalam kurikulum pendidikan, baik di sekolah-sekolah formal seperti PAUD dan TK maupun nonformal, seperti Sekolah Minggu,” ujar Sheila.

Para peserta yang ikut TOT ini, tambah Sheila, nantinya akan menjadi trainer di tempatnya masing-masing.

Sementara itu, Yunis Farida Oktoris Direktur Advokasi BNN sebelum acara pembukaan mengatakan, saat ini di dunia sudah ada 800 jenis narkoba varian baru. Ini tentu sangat memprihatinkan karena bukan tidak mungkin masuk ke Indonesia karena secara teritorial negara ini cukup terbuka.

Karena itu, pelatihan ToT seperti ini, kata Yunis, sangatlah dibutuhkan untuk membekali kaum perempuan sehingga mengerti betul akan jenis-jenis narkoba, tanda-tanda serta bahaya yang mengancam.

Pada kesempatan itu, Poppy Hayono Isman Ketua Kongres Wanita Indonesia (Kowani) yang mewakili Dr. Ir. Giwo Rubianto Wiyogo, M.Pd., yang berhalangan hadir menyambut baik pelatihan ini sebagai bentuk kepedulian dari Ibu Bangsa akan generasi masa depan. “Selama ini peredaran narkoba begitu masif. Melalui pelatihan ini diharapkan akan semakin banyak generasi muda yang diselamatkan,” imbuhnya.

Sementara itu, Esther Sri Fatimah Ketua Panitia ToT mengharapkan para peserta pelatihan bisa selanjutnya menyebarkan makna pelatihan ini kepada komunitas pendidikan di tempatnya masing-masing. (RN)