Habib Abu Bakar Alatas Ketua DPW Rabithah Alawiyah Jawa Tengah dan DIY bersama Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki

Pekalongan, innews.co.id – Pondok pesantren memiliki potensi sebagai salah satu kekuatan ekonomi rakyat. Karena itu, melatih para santri mengenai kewirausahaan akan membuat perekonomian setempat.

Hal tersebut dilakukan Rabithah Alawiyah dengan menggandeng Kementerian Koperasi dan UKM, menggelar pelatihan kewirausahaan bertajuk ‘KUMKM Eksis dan Mampu Beradaptasi Pada Masa Pandemi dan New Normal Covid-19’, di Pekalongan, Sabtu (08/08/2020).

Menurut Habib Abu Bakar Alatas Ketua DPW Rabithah Alawiyah Jawa Tengah dan DIY, jika dilihat dari data statistik, jumlah santri di Jateng terdapat 500.000-an orang. Sehingga perlu dipersiapkan pengetahuan dan kemampuan wirausaha.

“Melalui pelatihan kewirausahaan koperasi pesantren, para santri dibina agar memiliki kemampuan kewirausahaan yang mumpuni (santripreneur), baik bisnis secara konvensional maupun dalam bisnis digital dan market place,” urainya.

Sementara itu, Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki pada kesempatan itu berkeyakinan bisa tingkatkan rasio kewirausahaan, salah satunya melalui pengembangan koperasi di pondok-pondok pesantren.

Menurut Teten, potensi pondok pesantren dengan para santri bisa dipadukan, MenkopUKM meyakini bisa menjadi satu kekuatan ekonomi-ekonomi yang besar. “Pekalongan yang terkenal dengan batik dan ikan, bisa memanfaatkan potensi pondok pesantren dan santri yang ada disana,” imbuh Teten.

Pada bagian lain, Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Watimpres) Habib Luthfi bin Yahya yang turut hadir dalam acara tersebut menekankan pentingnya mengembangkan produk UMKM untuk memenuhi pasar dalam negeri. Artinya, uang akan berputar di dalam negeri saja, tanpa harus keluar.

“Kita harus mencintai dan memakai produk dalam negeri, dan jangan bergantung pada produk dari luar negeri. Kita kaya produk pertanian, tapi di pasar lebih banyak produk impor,” tegasnya. (MT)