Jakarta, innews.co.id – Kementerian Pariwisata terus berupaya menggenjot pencapaian target kunjungan 17 juta wisatawan mancanegara (wisman) di akhir tahun.

Dari data Badan Pusat Statistik (BPS), disebutkan bahwa secara kumulatif dari Januari hingga Mei 2018 jumlah wisman yang berkunjung ke Indonesia tercatat baru sekitar 6,2 juta orang.

Seperti disampaikan Menteri Pariwisata Arief Yahya dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pariwisata II-2018 yang digelar di Gedung Kemenpar, Jakarta, Kamis (26/7), “Jika diambil angka rata-rata setiap bulan sekitar 1,25 juta wisman datang ke Indonesia, maka jumlahnya sampai akhir tahun baru mencapai 15 juta wisman. Kekurangan 2 juta wisman akan dipenuhi dengan cara meningkatkan kerja sama promosi terpadu dengan maskapai penerbangan dan wholesaler (perusahaan penjual paket wisata), melakukan program hot deals, dan competing destination model (CDM).

Salah satu upaya yang dilakukan Kemenpar adalah menggarap kerja sama promosi dengan 16 maskapai penerbangan dalam negeri dan luar negeri untuk menggenjot kunjungan wisman. Di antaranya dengan Garuda Indonesia, Citilink, Lion Air, Air Asia, China Airlines, Turkish Airlines, dan Cathay Pacific Airways.

Dikatakannya, program kerja sama promosi dengan maskapai penerbangan, khususnya dengan maskapai low cost carrier (LCC), strategis untuk menggenjot kedatangan wisman. Pasalnya, sekitar 75 persen wisman datang ke Indonesia melalui jalur udara, baik itu lewat penerbangan reguler maupun chartered flight.

Selain itu, lanjut Arief, pembelian paket wisata ke Indonesia akan terus didorong melalui wholesaler dan retailers yang menjual paket wisata lengkap mulai dari penerbangan hingga akomodasi hotel.

Ada pun program hot deals mendorong para pelaku usaha hotel untuk mengoptimalkan kapasitas yang tidak terpakai dengan menjual kamar kosong melalui penjualan promo.

“Komitmen dari airlines kita harapkan akan mendatangkan tambahan wisman 1 juta pada periode Agustus–Desember. Melalui hot deals kita targetkan ada 2,5 juta wisman tambahan dan dari CDM sebanyak 1 juta wisman, Kalau itu semua berjalan normal, maka tambahan 2 juta wisman akan tercapai, bahkan lebih,” tuturnya. (IN)