Ganjar Pranowo Resmikan Rumah Pembauran Kebangsaan Milik FPK Jateng

Ganjar Pranowo meresmikan Rumah Pembauran Kebangsaan yang diinisiasi oleh FPK Provinsi Jawa Tengah

Jakarta, innews.co.id – Jawa Tengah menjadi provinsi pertama di Indonesia yang memiliki Rumah Pembauran Kebangsaan (RPK). Rumah milik seluruh etnis yang diprakarsai oleh Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Jawa Tengah tersebut diresmikan langsung oleh Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, hari ini.

Ini merupakan komitmen kebangsaan dari FPK Jateng dan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bersama beragam etnis se-Indonesia untuk menjaga persatuan dan kesatuan, serta mengamalkan nilai-nilai Pancasila sebagai pedoman hidup bangsa Indonesia.

Saat ini, FPK Jateng dihuni oleh 19 etnis dari Sabang sampai Merauke. Mereka telah tinggal dan mendalami seluk beluk, serta kebudayaan yang ada di Jateng selama bertahun-tahun.

“Mereka (Anggota FPK) datang ke Jawa Tengah, ada dari Batak, Nias, Jawa, Maluku, NTT, Papua, dan lainnya. Mereka bersepakat bahwa perlu sekiranya ada Rumah Pembauran ini agar ada meeting point untuk mereka bisa bertemu,” kata Ganjar, dalam keterangan persnya yang diterima innews, Selasa (15/5/2024).

Ganjar mengatakan, RPK Jateng tidak hanya menjadi wadah pemersatu saja, tetapi juga diharapkan dapat menjadi simbol perdamaian untuk saling menjaga dan menghormati antar-suku, agama, ras dan golongan.

“Pemprov Jateng berkomitmen untuk terus memelihara dan merawat kerukunan yang telah terjalin seperti Bhinneka Tunggal Ika,” imbuhnya.

Ganjar yang telah diusung sebagai bakal calon Presiden RI pada Pilpres 2024 nanti oleh PDI-Perjuangan, PPP, Partai Hanura, dan PSI ini mengingatkan, “Janganlah kemudian nanti kita membawa isu-isu SARA. Maka rumah ini menjadi begitu penting buat kita untuk mendinginkan situasi”.

Dia menegaskan, kita semua bersaudara, kita bangsa Indonesia, kita berbahasa Indonesia, kita bertanah air Indonesia dan kita bernegara Indonesia.

Sebagai informasi, Jateng merupakan salah satu daerah dengan tingkat toleransi antarmasyarakat yang tertinggi di Indonesia. Setara Institute mencatat, hingga April 2023 dari 10 kota paling toleran di Indonesia, 4 di antaranya ada di Jateng. Yaitu Salatiga (skor 6,4), Surakarta (skor 5,8), Semarang (skor 5,7) dan Magelang (skor 5,6). (RN)

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan