Surat somasi Tim Pengawal Putusan PN Jakbar

Jakarta, innews.co.id – Pasca pemeriksaan kasus dugaan surat palsu yang dilakukan Julius Purnawan (JP) di Polda Metro Jaya, kini muncul lagi surat berkop Pengurus Pusat (PP) IPPAT yang ditandatangani I Made Pria Dharsana, Priyatno, dan Irwan Santosa mengenai Referendum tertanggal 22 Juni 2020 dan ditujukan kepada Pengurus Wilayah (Pengwil), Pengurus Daerah (Pengda), dan Anggota IPPAT.

Surat bernomor 53/PP-IPPAT/VII/2020 tersebut berisi usulan pengambilan keputusan di luar kongres (referendum) dalam pelaksanaan rapat kerja nasional (rakernas) lantaran pandemi Covid-19. Pembuat surat meminta Pengwil dan Pengda untuk meminta persetujuan dari masing-masing anggota di wilayahnya selambatnya 30 hari. Bila tidak, maka dianggap setuju dengan referendum.

Menanggapi hal tersebut, Tim Pengawal Putusan (TPP) PN Jakbar melayangkan somasi kepada ketiga orang yang menandatangani surat tersebut.

Logo IPPAT

TPP mengingatkan, sesuai diktum 8 putusan PN Jakbar yang menyatakan, “Melarang Tergugat X (JP) untuk melakukan perbuatan-perbuatan/kegiatan-kegiatan apapun juga yang mengatasnamakan PP IPPAT sampai dengan perkara a quo mempunyai kekuatan hukum tetap”.

Dikatakan, ketiga orang tersebut diangkat oleh JP. Berkaca pada diktum 8 putusan PN Jakbar, maka putusan tersebut otomatis berlaku untuk ketiganya, baik dalam mengeluarkan surat tersebut, merencanakan referendum, apalagi rakernas.

TPP meminta ketiganya menarik surat tersebut. “Apabila dalam waktu satu bulan surat tersebut tidak ditarik, maka TPP melalui kuasa hukumnya akan mengajukan tuntutan pidana dan perdata,” ujar TPP.

Ketika coba dikonfirmasi mengenai somasi tersebut, hingga berita ini diturunkan, Priyatno tidak memberi tanggapan. (RN)