Jakarta, innews.co.id – Untuk pertama kalinya Asosiasi Perusahaan Jasaboga Indonesia (APJI) Dewan Pimpinan Daerah (DPD) DKI Jakarta menggelar acara akbar APJI EXPO 2019 di Gedung Smesco, Jakarta, 13-14 Juli 2019.

Yang unik dari acara ini, dimana panitia acara juga berasal dari para pengurus APJI DKI Jakarta. Beda dari biasanya yang selalu memakai event organizer (EO).

Pembukaan secara resmi, Sabtu (13/7/2019) sore, ditandai dengan pemukulan gendang setelah sebelumnya Prof Dr. Sylviana Murni memberikan sambutan.

Sekitar 40an vendor yang kebanyakan para pelaku kuliner UKM turut serta dalam pameran tersebut.

Dalam keterangannya kepada wartawan, Sylviana Murni mengatakan, “Saya melihat keseriusan dari APJI, khususnya DPD DKI Jakarta, untuk bagaimana meningkatkan citarasa kuliner nusantara serta kebudayaan yang beragam lewat pagelaran ekspo ini”.

Kedepan, kata Sylviana yang terpilih sebagai Anggota DPD RI periode 2019-2024 dari DKI Jakarta, acara semacam ini harusnya bisa rutin diadakan, tidak hanya oleh DPD DKI Jakarta, tapi juga seluruh DPD-DPD APJI di seluruh Indonesia.

“Nanti saya upayakan agar APJI bekerjasama dengan DPD RI bisa menggelar ekspo di Gedung MPR/DPR, Senayan. Kita harus bersama-sama mendukung APJI agar lebih berkembang lagi,” ujar Sylviana.

Sementara itu, Irwan Iden Gobel Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) APJI menjelaskan, keanekaragaman masakan dan budaya bangsa ada di APJI. “Kalau perlu kita menggelar ekspo di luar negeri agar kuliner Indonesia bisa lebih dikenal,” jelasnya.

Pada kesempatan yang sama Siti Djumiadini Ketua DPD APJI DKI Jakarta mengatakan, pada APJI EXPO 2019 pihaknya lebih banyak melibatkan katering-katering UKM. Dengan begitu, diharapkan dapat mengangkat bisnis para perusahaan katering, wedding, dan lainnya.

Dini–sapaan akrab Djumiadini sangat berharap APJI EXPO bisa menjadi agenda rutin APJI. Selain itu, APJI DKI sendiri juga didukung penuh oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Berbagai sajian menarik ditampilkan selama 2 hari penyelenggaraan. Tentu diharapkan saat penutupan besok, telah terjadi transaksi bisnis yang nilainya signifikan. (RN)