GERMAK desak KPK periksa Nusron Wahid

Jakarta, innews.co.id – Gerakan Mahasiswa Anti Korupsi (GERMAK) Jakarta menyayangkan sikap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang terkesan mendiamkan kasus suap kerja sama pelayaran antara PT Pupuk Indonesia Logistik dengan PT Humpuss Transportasi Kimia dengan tersangka Bowo Sidik Pangarso, yang telah terjerat pada operasi tangkap tangan di Jakarta.

Dalam pengakuannya Bowo Sidik Pangarso pernah menerangkan bahwa politikus Partai Golkar, Nusron Wahid (NH) sebagai orang yang memintanya untuk menyiapkan amplop ‘serangan fajar’ di Pemilu 2019. Namun pengakuan tersebut sampai hari ini tidak mendapatkan perhatian dari KPK.

Gerakan Mahasiswa Anti Korupsi (GERMAK) Jakarta menyayangkan sikap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang terkesan mendiamkan kasus suap kerja sama pelayaran antara PT Pupuk Indonesia Logistik dengan PT Humpuss Transportasi Kimia dengan tersangka Bowo Sidik Pangarso, yang telah terjerat pada operasi tangkap tangan di Jakarta

Dalam pengakuannya, Bowo Sidik Pangarso mengatakan, NH sebagai pihak yang menyuruhnya menyiapkan 400 ribu amplop ‘serangan fajar’ hasil korupsi.

Rencananya amplop tersebut bakal disebarkan di daerah pemilihan pada Pemilu 2019 agar kembali terpilih ke parlemen.

“Sampai saat ini KPK belum pernah memeriksa Nusron Wahid dan mendalami lebih jauh keterlibatannya dalam kasus ini,” ujar GERMAK.

Belum lagi dugaan korupsi yang terjadi di lembaga penempatan tenaga kerja luar negeri, sebagaimana yang pernah disampaikan oleh Wakil Ketua KPK, Basaria Panjaitan yang menyatakan banyak kasus korupsi dalam penempatan TKI di luar negeri, mulai dari saat pengurusan dokumen di daerah, penempatan hingga pulang kembali ke daerah, banyak terjadi praktik korupsi, yang seharusnya diusut tuntas oleh KPK, karena diduga kuat banyak terjadi rasuah di lembaga yang mengatur TKI, termasuk BNP2TKI yang dipimpin oleh Nusron Wahid.

Untuk itu, GERMAK melalui siaran pers yang ditandatangani oleh Rifal Maulana dan Ahmad Zulfadli dan diterima innews, Senin (9/9/2019), mendesak KPK untuk segera memeriksa Nusron Wahid dan mendalami keterlibatannya dalam kasus Bowo Sidik Pangarso.

“Besar keyakinan kami dengan banyaknya amplop berisi uang Bowo Sidik tidak bekerja sendiri tentu ada yang mengintruksikannya,” ujar GERMAK.

KPK juga didesak untuk menelusuri dugaan korupsi di lembaga yang mengatur TKI termasuk BNP2TKI yang dipimpin oleh Nusron Wahid, sebagaimana yang pernah disampaikan Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan.

GERMAK juga meminta KPK untuk tidak tebang pilih dan kehilangan independensinya dalam penyidikan kasus korupsi, dan segera tangkap siapa pun yang terlibat dalam pusaran kasus korupsi tersebut. (RN)