Dr. Ir. Giwo Rubianto Wiyogo Ketua Umum Kongres Wanita Indonesia dan Dewan Pertimbangan Keluarga Besar Wirawati Catur Panca

Jakarta, innews.co.id – Dalam menghadapi adaptasi kebiasaan baru (AKB), perempuan Indonesia diharapkan bisa menjadi garda terdepan, tidak hanya dalam lingkup keluarga, tapi juga turut serta memerangi pandemi Covid-19.

Hal ini dikatakan Dr. Ir. Giwo Rubianto Wiyogo, M.Pd., Ketua Umum Kongres Wanita Indonesia (Kowani) dalam Webinar yang diadakan Keluarga Besar Wirawati Catur Panca (KB WCP) bertajuk ‘Untuk Perempuan Indonesia: Kiat-kiat Mencapai Kondisi Sehat, Bahagia, Aktif, dan Produktif di Masa The New Normal’ yang diadakan Minggu (28/6/2020).

Menurut Giwo, peran Ibu Bangsa sangatlah besar dalam mendorong terciptanya kesiapan semua pihak dalam memasuki era AKB. “Kita harus lalui pandemi dengan penuh kewaspadaan, tapi tidak perlu panik karena kita belum tahu karakteristik virus korona ini. Belum ada vaksin maupun obatnya,” kata Giwo.

Untuk itu, lanjutnya, penguatan kerjasama serta menggalakkan upaya promotif dan preventif sangatlah dibutuhkan.

“Dalam menghadapi AKB, Ibu Bangsa perlu mengingatkan setiap masyarakat untuk hidup sehat dalam kenormalan,” tambah Giwo.

Dikatakannya, dalam AKB perlu ditaati dengan penuh kedisiplinan agar tidak masuk pada second wave. Dibutuhkan kesadaran masyarakat di setiap tempat dan meningkatkan daya tahan tubuh, itu kuncinya. Dan, sebagai ibu bangsa memiliki kunci perubahan tersebut.

Giwo menambahkan, perlu kecerdasan mental yang dimulai dari diri sendiri. “Penting bagi perempuan memiliki kesadaran selfcare, untuk menjaga kesehatan diri sendiri dan keluarga,” tuturnya mengingatkan.

Pada 24 Juli, ditetapkan sebagai Hari Selfcare se-Dunia. Giwo menilai, ditetapkannya hari selfcare pada tanggal 24 memiliki arti bahwa selama 24 jam kita merawat diri sendiri dan keluarga. Sementara bulan Juli (7), artinya, selfcare perlu dilakukan 7 hari dalam seminggu atau setiap hari.

“Melalui selfcare, perempuan harus terus meningkatkan pengetahuan kesehatan. Dengan begitu dapat mencapai perilaku kesehatan yang lebih baik lagi. Perempuan dalam konteks kodrati, tradisi, sosial, dan profesi, semuanya harus profesional untuk apapun yang dikerjakan dalam membangun kualitas keluarga. Perempuan Indonesia harus out of the box dalam menghadapi pandemi ini dan saat memasuki AKB,” urai Giwo yang juga Dewan Pertimbangan Keluarga Besar Wirawati Catur Panca ini.

Giwo menambahkan, untuk menghadapi mutu perempuan perlu sinergi antara organisasi dengan seluruh stakeholders dan peran komunitas dan seluruh komunitas masyarakat. “Kowani beserta seluruh anggota organisasi senantiasa membangun dan memperkuat akuntabilitas dalam optimalisasi pemberdayaan perempuan dan anak,” tegasnya.

Giwo mengajak semua perempuan Indonesia untuk terus meningkatkan kualitas diri, menambah wawasan, meningkatkan kapasitas diri menuju Indonesia yang lebih maju lagi. (RN)