Pangkalpinang, innews.co.id – Menghadapi pasar besar dunia maupun masyarakat ekonomi ASEAN (MEA), para pelaku usaha mikro dan kecil didorong untuk mengembangkan kemitraan dengan usaha menengah dan besar.

Hal itu disampaikan Luhur Pradjarto Asdep Permodalan Deputi Pembiayaan Kemenkop dan UKM Luhur Pradjarto dalam acara diklat kewirausahaan di Pangkalpinang, Selasa (3/4).

Menurut Luhur, “Menghadapi pasar bebas dan MEA, tidak mungkin jalan sendiri-sendiri. Oleh karena itu, menjalin kemitraan merupakan salah satu strategi untuk memajukan usaha mikro-kecil.”

Ditambahkannya, melalui pola kemitraan, permasalahan internal usaha mikro-kecil seperti permodalan, keterbatasan teknologi, akses pasar yang terbatas dapat diminimalisir. Dengan begitu, UMKM bisa tumbuh dan berkembang lebih cepat, serta memiliki daya saing.

“Memilih mitra yang tepat bisa sebagai salah satu instrumen aset. Dengan mitra yang tepat, maka usaha mikro-kecil diharapkan bisa tumbuh dan berkembang lebih cepat,” ujar Luhur.

Membangun pola kemitraan ini sudah diamanatkan dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 17 tahun 2013, yang di dalamnya ditegaskan bahwa pemerintah pusat dan pemda sesuai kewenangannya menyelenggarakan pemberdayaan koperasi dan UKM yang salah satunya adalah melalui kemitraan.

Sementara itu, Budiman Ginting, Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mengatakan, pembangunan koperasi dan UMKM harus dilaksanakan lebih fokus. Selain itu juga dilaksanakan dengan pendekatan lintas sektor, lintas wilayah dan lintas lembaga. (RN)