Jakarta, innews.co.id – Harga tiket pesawat kelas ekonomi domestik Lion Air Group berada di bawah koridor tarif batas atas. Besaran tarif harga jual tiket juga telah mengikuti aturan yang ada.

Hal ini disampaikan Corporate Communications Strategic Lion Air Danang Mandala Prihantoro dalam rilis yang diterima innews, Senin (3/6/2019).

Menurut Danang, pihaknya sudah menghitung dan memberlakukan harga berdasarkan kelompok layanan dalam menentukan harga jual tiket pesawat kelas ekonomi domestik. Layanan standar minimum (no frills) diberikan Lion Air dan propeller oleh Wings Air serta Batik Air dengan layanan premium full service airlines.

“Menurut aturan tersebut, penetapan tarif batas atas pada tiket pesawat merupakan harga tertinggi atau maksimum yang telah mendapat izin untuk diberlakukan dan dihitung berdasarkan komponen tarif jarak,” urai Danang.

Harga jual tiket penerbangan yang dijual merupakan implementasi penggabungan beberapa komponen menjadi kesatuan harga tiket pesawat.

Adapun biaya tiket sekali jalan (one way) untuk penerbangan langsung terdiri dari tarif dasar, pajak (government tax) dengan kisaran 10 persen dari harga dasar tiket pesawat, iuran wajib asuransi, Passenger Service Charge(PSC) atau airport tax, serta biaya lain (tuslah) seperti asuransi tambahan.

Lion Air Group menyatakan harga tiket yang dijajakan masih sesuai koridor aturan yang berlaku di Indonesia yaitu Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 20 Tahun 2019 tentang Tata Cara dan Formulasi Perhitungan Tarif Batas Atas penumpang Pelayanan Kelas Ekonomi Angkutan Udara Niaga Berjadwal Dalam Negeri dan Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KM 106 Tahun 2019 tentang Tarif Batas Atas Penumpang Pelayanan Kelas Ekonomi Angkutan Udara Niaga Berjadwal Dalam Negeri.

“Harga jual tiket pesawat masih berada di bawah koridor tarif batas atas atau tidak menjual yang melebihi batas atas,” tegasnya. (MT)