Yurisa Martanti, SH., MH., Notaris/PPAT di Ibu Kota

Jakarta, innews.co.id – Gerakan emansipasi yang digelorakan R.A. Kartini, kian hari semakin memperlihatkan wujudnya. Saat ini, kaum perempuan banyak menduduki posisi-posisi penting di republik ini. Pun demikian di bidang-bidang lainnya.

“Namun, perlu selalu diingatkan agar kaum perempuan tidak melupakan kodrat dari Allah SWT. Selain sebagai pendamping hidup kaum pria, perempuan juga pendidik pertama dan utama bagi anak-anaknya. Untuk itu, kaum perempuan juga harus dapat menciptakan keseimbangan antara aktifitas di ruang publik dengan privat,” ujar Yurisa Martanti, SH., MH., Notaris/PPAT di Ibu Kota dalam keterangannya kepada innews, Rabu (21/4/2021).

Sebagai Pengurus Pusat Ikatan Notaris Indonesia, Yurisa (kedus dari kanan) bersama Presiden Joko Widodo di Istana Negara, Jakarta

Menurut Yurisa, kesempatan bagi kaum perempuan untuk berkembang kian terbuka lebar. Pemerintah pun memberikan peluang-peluang bagi kaum perempuan. Seperti di dunia politik ada keharusan partai mengakomodir calon legislatif 30 persen perempuan. Kalau tidak bisa dieliminasi. Belum lagi didudukkannya perempuan pada jabatan-jabatan strategis.

Dia menilai, sejatinya perempuan lebih kuat dalam menghadapi masalah dan tidak mudah menyerah. Sampai ada pameo ‘dibalik seorang pria yang sukses pasti ada perempuan yang hebat’. Ini menunjukkan perempuan cenderung lebih kuat daripada laki-laki. “Tapi harus juga diingat, dibalik anak yang soleh pasti ada ibu yang soleha. Karenanya, kaum perempuan harus semangat dan pandai menyikapi kodrat yang diberikan Allah sehingga bisa berdaya saing tinggi dan dapat menduduki top level,” imbuh Yurisa lagi.

Yurisa Martanti, SH., MH., Notaris/PPAT di Ibu Kota semangati perempuan Indonesia untuk berkarya

Di masa pandemi ini, Yurisa sadar betul kaum perempuan menjadi pihak yang sangat merasakan dampaknya. Namun, ujarnya, tak ada cobaan yang tidak akan ada akhirnya. “Tetap semangat dalam bekerja. Tetap menjadi ibu, sekaligus pelindung kesehatan bagi keluarganya,” sarannya.

Yurisa mengajak perempuan Indonesia untuk tetap semangat dalam karya dan karsa. Tidak hanya ada di ruang publik, tapi juga di ruang privat. “Seimbangkan karyamu di ruang privat sebagai fondasi dan pendidik pertama bagi generasi penerus bangsa dan seimbangkan karyamu di ruang publik. Lakukan yang terbaik dengan komitmen tinggi,” tukasnya. (RN)