Ketua KGM Harianto Gunawan

Jakarta, innews.co.id – Lebih dari 100 angkutan tangki minyak dari berbagai ukuran, mulai dari 16 kiloliter (KL), 24 KL, dan 32 KL, yang tergabung dalam Koperasi Gabungan Transportir Minyak dan Gas (KGM) siap “tempur” dalam mendistribusikan bahan bakar dalam menyongsong Idul Fitri 1439 H ini ke berbagai SPBU.

Kepastian itu disampaikan H. Harianto Gunawan, Ketua KGM di kantornya, beberapa waktu lalu. Menurut Harianto, truk yang digunakan pun multifungsi, dapat membawa premium, solar, dan sebagainya.

Selama ini, KGM bermitra langsung dengan Pertamina. “Jadi semua kendaraan KGM dipakai oleh Pertamina dalam mendistribusikan BBM,” terangnya.

Sudah ada instruksi jelas dari pemerintah bahwa jelang Idul Fitri ini, jangan sampai ada SPBU yang kosong. Dengan kata lain, pendistribusian harus berjalan lancar, termasuk kesediaan BBM-nya harus dipastikan ready stock.

“Pertamina sudah mengingatkan KGM sebagai pemilik kendaraan terbanyak di Jabodetabek untuk benar-benar menyiapkan angkutannya sebaik mungkin. Sehingga dalam pendistribusian nanti tidak terkendala,” terang Harianto.

Harianto tidak memungkiri, bisa saja ada kendaraan yang harus menjalani servis, paling tidak 5 persen karena kendaraan itu jalan setiap hari selama 24 jam. Tapi dengan pengaturan jadwal yang baik, maka kendala tersebut akan dapat diatasi.

Diterangkannya, mulai 1 Juni, semua pengisian akan dilakukan di daerah Plumpang, Jakarta, untuk didistribusikan ke berbagai SPBU, baik di Jabodetabek sampai Jawa Barat. Sekitar 20 persen BBM akan didistribusikan ke daerah Jawa Barat, sisanya untuk memenuhi kebutuhan di Jakarta.

Tidak hanya mengangkut BBM, tapi juga KGM diminta melakukan pengontrolan di lapangan. Dalam hal ini dinamakan Satuan Tugas (Satgas) BBM. “Satgas ini bertugas mulai 1 Juni sampai 30 Juni yang perannya melakukan pengontrolan pendistribusian, sehingga tidak ada depot yang kosong,” jelas Harianto.

Manfaat berkoperasi

Dibentuknya KGM sejak 2009, menurut Harianto, memiliki banyak kemanfaatan, disamping pengorganisasian yang profesional dan solid, juga bagi para anggota yang terdiri dari 23 perusahaan, ini memberi nilai tambah. “Saya lihat konsep koperasi pas untuk menghimpun para anggota,” ujar Harianto yang telah dua kali duduk sebagai Ketua Umum periode 2012-2015 dan 2015-2018 seraya menerangkan pada Desember 2018 nanti akan diadakan Rapat Anggota Khusus (RAK), sekaligus pemilihan pengurus yang baru.

Menurut Harianto, tidak hanya koperasi, tapi ada juga perusahaan-perusahaan yang bermitra dengan Pertamina, tapi dalam bentuk perusahaan, bukan koperasi. Enaknya kalau koperasi, lanjut Harianto, diterapkan sistem Sisa Hasil Usaha (SHU), bukan saham.

Lebih dari itu, dengan bergabung di koperasi, maka seluruh anggota punya hak dan kewajiban yang sama.

Dia mencontohkan, dalam hal masa berlaku kendaraan, umumnya Pertamina meminta truk pengangkut BBM setelah 10 tahun harus diremajakan. Nah, di sini peran KGM dalam mengingkatkan para anggotanya. Sehingga paling tidak enam bulan sebelum jatuh tempo perusahaan anggota sudah bisa meremajakan armadanya. Selain itu, koperasi juga menyurati Pertamina untuk meminta surat pengesahan peremajaan kendaraan.

“Jadi, peremajaan tidak boleh mendadak, karena akan mengganggu pendistribusian. Karena umumnya, angkutan berjalan setiap harinya,” kata Harianto.

Di KGM, seluruh armada telah menggunakan sistem komputerisasi dan berasuransi. Jadi, seluruh truk yang ada telah berteknologi tinggi.

Harianto berkeyakinan, pada Idul Fitri 1439 H, ini pendistribusian bisa berjalan lancar dan kebutuhan BBM masyarakat akan dapat tercukupi. Yang pasti, KGM siap mendukung secara maksimal, baik pendistribusian maupun keberadaan truk yang sehat. (RN)