H.M. Andy Arslan Djunaid, SE., Ketua Kospin Jasa

Jakarta, innews.co.id – Saatnya pemerintah memberi kesempatan yang lebih luas kepada koperasi sehingga bisa bertumbuh menjadi besar. Sebab, sejatinya koperasi itu unik. Sangat dibutuhkan oleh masyarakat Indonesia, terutama untuk mengisi ruang kosong di masyarakat yang tidak tersentuh oleh lembaga keuangan perbankan.

Harapan ini disampaikan H.M. Andy Arslan Djunaid, SE., Ketua Kospin Jasa kepada innews, Rabu (15/7/2020). Koperasi punya dasar gotong royong dan silahturahmi. Tidak bisa dipaksakan menjadi satu model yang baku. Misal, koperasi simpan pinjam seragam semua. Karena latar belakangnya berbeda-beda. “Saya berharap pemerintah bisa memberikan kesempatan yang sama untuk koperasi agar bisa menjadi besar supaya bisa kembali berjaya seperti era 80-90an,” imbuhnya.

Terkait pandemi Covid-19, Andy beranggapan, harus diakui pandemi Covid-19, telah meluluhlantakkan perekonomian, tidak hanya Indonesia, tapi juga seluruh dunia.

Hal ini, lanjutnya, menjadi tantangan terhadap semua perusahaan, termasuk koperasi. “Menurut saya, yang bisa bertahan adalah yang manajemennya baik dan mampu cepat merespon perubahan yang terjadi. Ini menjadi semacam seleksi alam. Koperasi pun harus begitu kalau mau bertahan,” kata Andy.

Mengenai rencana pemerintah memberikan stimulus kepada koperasi, menurut Andy, bagus. Tapi itu kan masih bersifat wacana karena kenyataannya belum terealisasi. “Yang perlu dilakukan adalah penguatan di dalam koperasi itu sendiri. Sebab di dalam koperasi ada ribuan UMKM,” tegasnya.

Andy mengkhawatirkan, kalau stimulus itu hanya untuk UMKM, maka bisa tidak merata di semua sektor. (RN)