Jumpa Pers Pelindo III di Jakarta, (9/8)

Jakarta, innews.co.id – Meningkatnya kinerja bongkar muat pada semua komoditas telah mampu menaikkan laba PT Pelabuhan Indonesia III (Persero) atau Pelindo III sebesar Rp1,8 triliun pada Juli 2018.

Hal itu disampaikan CEO Pelindo III Ari Askhara, pada jumpa pers di Jakarta, Kamis (9/8). “Peningkatan bongkar muat mulai dari segmen peti kemas, barang non-peti kemas, dan LNG (liquified natural gas/gas alam cair). Serta juga karena meningkatnya total jumlah kunjungan kapal pada pelabuhan-pelabuhan yang dioperatori Pelindo III pada tujuh provinsi di Indonesia,” jelasnya.

Berdasarkan data Pelindo III, peningkatan bongkar muat peti kemas tumbuh 6 persen year on year(yoy) dari 2,23 juta boks atau setara 2,75 TEUs per Juli tahun 2017, menjadi 2,35 juta boks atau setara 2,92 juta TEUs per Juli tahun ini.

“Pelayanan peti kemas menjadi kontributor tertinggi yang mencapai 60 persen dari total pendapatan perseroan. Pendapatan dari layanan peti kemas internasional berkontribusi Rp 2,2 triliun dan untuk yang domestik sebesar Rp 1,04 triliun,” urainya.

Berikutnya pada bongkar muat barang dalam satuan meter kubik juga meningkat dari 1,33 juta meter kubik per Juli 2017 menjadi 1,75 juta meter kubik pada periode yang sama atau meningkat 32 persen yoy. Peningkatan didapat dari adanya barang-barang project cargo, komoditas kayu masak dan kayu lapis, serta alat-alat berat di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya dan Tanjung Emas Semarang.

Peningkatan signifikan tercatat pada bongkar muat komoditas LNG dari 3,89 juta MMBTU per Juli tahun 2017 menjadi 5,51 juta MMBTU atau melonjak 42% yoy. Peningkatan tersebut membuat Pelindo III siap berekspansi menggarap pasar layanan bongkar muat energi.

Lebih jauh Ari menambahkan, “Pelindo III berekspansi mengoperasikan tank farm di Pelabuhan Benoa Bali, Tanjung Perak Surabaya, dan Tanjung Emas Semarang. Melalui lini usaha Pelindo Energi Logistik (PEL) melakukan sinergi BUMN dengan PP Energi sebagai kerja bersama menekan biaya logistik distribusi energi nasional, terutama yang ramah lingkungan seperti LNG”.

Sementara itu Operation and Commercial Director, Mohammad Iqbal, mengungkapkan bahwa meski kunjungan kapal yang tercatat 23.307 unit per Juli tahun ini hanya tumbuh tipis 1 persen yoy. Namun seiring tren ukuran kapal yang semakin besar, secara bobot total kapal yang sandar meningkat hingga 14 persen yoy atau dari 86,6 juta groston per Juli tahun 2017 menjadi hingga 98,3 juta groston pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Inovasi Logistik

Tidak itu saja, sejumlah inovasi dihadirkan untuk meningkatkan produktivitas kinerja. Salah satunya, tim IT Pelindo III yang membuat aplikasi Home Terminal Service untuk menjadi aplikasi pertama di sektor kepelabuhanan yang mampu melayani vessel service, port activities, logistics, dan container management dalam one touch service.

Demikian juga, Pelindo III membuat MiniCon (mini container). Peti kemas mini tersebut berukuran sekitar sepertiga lebih kecil. Sehingga 3 MiniCon dapat dimuat sekaligus ke dalam 1 peti kemas ukuran 20 TEUs. Ide membuat MiniCon muncul sebagai solusi logistik untuk permasalahan real di lapangan.

Pelindo III juga akan mengakuisisi dengan pembelian workshop PT Semen Indonesia Logistik (SILOG) oleh cucu usaha Pelindo III PT Berkah Industri Mesin Angkat (BIMA) dengan investasi sebesar Rp 50 miliar. Akuisisi workshop seluas 7.768 meter persegi sekaligus peralatan kerja milik PT Semen Indonesia Logistik (SILOG).

Pada kesempatan yang sama, Engineering and ICT Director Husein Latief, menjelaskan, inovasi juga mendasari investasi perseroan dalam membangun infrastruktur logistik. Di antaranya perluasan lapangan penumpukan peti kemas (container yard) terminal ramah lingkungan pertama di Indonesia, Terminal Teluk Lamong, di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, senilai Rp 399 miliar.

Juga pembangunan flyover pendukung konektivitasnya senilai hingga Rp1,3 triliun. Kemudian untuk proyek pembangunan pelabuhan yang terintegrasi kawasan industri, JIIPE (Java Integrated Industrial and Port Estate) sudah merampungkan pembangunan lapangan penumpukan dan gudang untuk Terminal Manyar yang sudah beroperasi penuh sejak tahun 2017.

Untuk mendukung sektor pariwisata, termasuk penyelenggaraan event internasional IMF-World Bank Annual Meeting 2018, Pelindo III bersama dukungan dari lintas kementerian dan pemerintah setempat tengah renovasi Pelabuhan Benoa Bali. Revitalisasi alur dan kolam pelabuhan gerbang laut Pulau Dewata tersebut menelan biaya hingga Rp 492 miliar dan untuk renovasi terminal penumpang mencapai Rp 77 miliar.

Untuk mengembangkan destinasi wisata lain yang terintegrasi dengan Bali, Pelindo III juga menginisiasi pembangunan Boom Marina Banyuwangi di Jawa Timur dan Terminal Gilimas untuk pelayanan cruise berukuran besar di Pelabuhan Lembar, Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat. (RN)