Isy Karimah Syakir Ketua IPPAT Jatim (kiri). Bersama rekan-rekan IPPAT Jatim dalam berbagai kegiatan (kanan)

Jakarta, innews.co.id – Pengurus Wilayah Ikatan Pejabat Pembuat Akta Tanah (IPPAT) Jawa Timur saat ini tengah bersiap menggelar perayaan ulangtahun IPPAT ke-33, yang jatuh pada 24 September 2020. Sebuah hajatan akbar tengah disusun rapih oleh para pengurus IPPAT Jatim sebagai Organizing Committee (OC).

Di sela-sela seabreg kesibukannya, Isy Karimah Syakir Notaris/PPAT cantik yang tak lain adalah Ketua IPPAT Jatim berkenan memberikan keterangan kepada innews, Kamis (17/9/2020) siang, seputar acara yang akan diadakan.

Diakhir perbincangan, Isy Karimah menitipkan pesan yang selayaknya menjadi perenungan semua PPAT, terlebih di usia IPPAT ke-33 tahun ini.

“Pada momen yang berbahagia dan bersejarah ini, saya mengajak kepada seluruh rekan PPAT se-Indonesia untuk berintrospeksi dan kembali menghidupkan marwah jabatan ini dalam tiga aspek di kehidupan ini, yaitu Pertama, dalam kehidupan pribadi. Dalam mengemban jabatan sebagai PPAT, kuatkanlah dan kedepankanlah prinsip kehati-hatian dan mandiri. Tidak berpihak dan tak mudah menyerah serta semakin memiliki keyakinan keimanan yang kuat,” ujarnya.

IPPAT Rumah Bersama

Kedua, lanjut Isy, dalam kehidupan berorganisasi. Secara internal, keterpaduan diantara rekan-rekan adalah kunci agar jabatan ini dapat menguatkan fungsi dan posisi tawarnya dalam konstelasi sosial dan politik (bukan politik praktis). Hal ini mengingat masih banyak pembenahan, baik secara organisasi maupun regulasi yang harus diperjuangkan bersama. “Tanpa adanya keterpaduan dan keguyuban, akan sulit kita menciptakan kondisi yang baik bagi PPAT. Dibutuhkan rasa saling menghargai dan mengesampingkan ego pribadi. Jabatan hanya sementara, namun kebersamaan harus tetap terpelihara,” imbuh Isy.

Ketiga, kata Isy, dalam kehidupan bermasyarakat, para PPAT harus memperkuat keberadaan kita dalam masyarakat, baik dalam konteks meningkatkan pelayanan dan kepercayaan masyarakat terhadap jabatan kita dan juga turut empati terhadap hal-hal yang terjadi dalam masyarakat, seperti bencana, musibah, dan sebagainya. “Dengan selalu berempati, maka kita bukan hanya membantu sesama, tapi juga bisa mensyukuri apa yang Allah SWT berikan melalui profesi dan pekerjaan yang selama ini dijalani,” tukasnya.

Melalui ketiga hal tersebut, sambung Isy, para anggota IPPAT, baik pribadi maupun secara bersama-sama dapat semakin tumbuh menjadi PPAT yang tangguh dalam menjalankan jabatan dan berorganisasi. “Saya berharap ulangtahun IPPAT ke-33 ini menjadi momentum keterpaduan dan keguyuban kita semua,” pesannya. (RN)