Nur Alam Setia Prawiranegara Wakil Sekjen Dewan Pimpinan Pusat Himpunan Wanita Karya (HWK)

Jakarta, innews.co.id – Kemajuan teknologi tidak saja membuat banyak aktifitas menjadi lebih cepat, tapi juga mendorong terciptanya peluang-peluang usaha yang sejatinya bisa dimanfaatkan, termasuk oleh kaum perempuan. Karenanya, kaum perempuan diminta lebih mendalami digitalisasi sehingga menjadi enterpreneur yang handal.

“Perempuan Indonesia memiliki potensi besar untuk maju dan berkembang, mengikuti kemajuan zaman. Tinggal bagaimana kita mempelajari pemanfaatan teknologi, sehingga tercipta ruang-ruang untuk berusaha yang bisa mendatangkan income,” kata Nur Alam Setia Prawiranegara Wakil Sekjen Dewan Pimpinan Pusat Himpunan Wanita Karya (DPP HWK), dalam keterangannya kepada innews, Selasa (8/11/2022).

Para petinggi Partai Golkar dan HWK menghadiri Rakernas HWK di Jakarta, beberapa waktu lalu

Menurutnya, pemanfaatan digitalisasi akan mendorong kemajuan bagi perempuan Indonesia dan muaranya kepada bangsa dan Negara. Tidak hanya itu, lanjutnya, untuk keperluan organisasi, digitalisasi pun dibutuhkan. Misal, membuat website sebagai sarana komunikasi dan sosialisasi, kartu tanda anggota (KTA) online, toko online yang memasarkan produk-produk dari anggota HWK, dan lainnya.

Dia menambahkan, semua berpulang pada kemauan dari perempuan Indonesia. “Kalau mau maju dan berkembang, maka harus mau belajar dan mendalami dunia digital. Karena dengan begitu, maka produk yang dipasarkan, tidak hanya pada lingkup lokal, tapi juga global,” tukasnya.

Alam Prawiranegara menegaskan, HWK akan mendorong perempuan-perempuan Indonesia untuk maju dan berkembang sesuai dengan perkembangan zaman.

Hal ini, ujarnya, merupakan bagian dari komitmen HWK yang dirumuskan pada Rapat Kerja Nasional (Rakernas) yang diadakan di Ball Room Hotel Royal, Jakarta, 30 Oktober – 1 November 2022 lalu.

“Secara organisasi, pemanfaatan digital bisa mendorong para pengurus HWK bisa lebih aktif dan berkembang dalam memainkan perannya dalam pemberdayaan kaum perempuan Indonesia,” tukas pengacara yang juga penggiat sosial budaya ini. (RN)