PT Indosterling Technomedia Tbk siap menjadi perusahaan big data di Indonesia

Jakarta, innews.co.id – Pertumbuhan perusahaan yang signifikan dialami PT Indosterling Technomedia, Tbk (TECH IJ) yang bergerak di bidang teknologi informasi.

“Kami yang awalnya adalah penyedia solusi teknologi B2B, kini telah berhasil menjadi perusahaan big data solution terkemuka di Indonesia melalui dengan basis layanan berbagai komunitas bisnis dan kawasan,” kata Direktur Utama PT IndoSterling Technomedia, Billy Andrian, dalam keterangannya, di TECH 2021 Public Expose, Jumat (17/12/2021).

Billy menjelaskan, berbekal beragam B2B product suites yang dimiliki dan dukungan data yang diolah saat ini, kami berhasil bertransisi dari penyedia jasa B2B platform menjadi perusahaan big data enabler. “Kami akan terus melakukan gagasan inovatif agar dapat tetap menjadi one of the leading technology companies di Indonesia,” tutur Billy penuh keyakinan.

Dipaparkan, ada enam perusahan di dalam TECH dengan basis bisnis yang saling melengkapi dan terpadu ke arah bisnis big data enabler. Keenamnya yakni, sistem manajemen pembelajaran, sistem property technology, solusi digital publishing, sistem terpadu untuk sektor konsumen di industri F&B dan beragam industri lainnya, solusi & platform industri keuangan & pasar modal dan platform hyperlocal untuk promosi UMKM.

Untk segmen pendidikan formal, TECH memiliki Edufecta, yang merupakan platform edutech terbesar di Indonesia. Platform ini sudah digunakan di lebih dari 50 perguruan tinggi dengan pengguna mencapai lebih dari 200 ribu. “Edufecta berhasil membuat jalur baru penilaian akreditasi sebuah perguruan tinggi agar dilakukan lebih cepat dan efektif dengan mengembangkan fitur integrasi data dengan Pangkalan data pendidikan tinggi (PD Dikti) yang di dalamnya tersimpan beragam matrik data,” urainya.

Sementara di segmen property technology, ada Renofax, yang merupakan aplikasi terpadu untuk optimalisasi kegiatan pengelolaan rutin gedung secara efisien. Bukan hanya menyasar gedung perkantoran, pusat perbelanjaan seperti mall, dan rumah sakit, tetapi juga dapat digunakan untuk seluruh bisnis yang memiliki cabang atau outlet dengan pengembangan yang dinamis untuk setiap kebutuhan klien secara spesifik.

Lainnya, Pingpoint, produk andalan untuk media online yang sifatnya hiperlocal dan berbasis kawasan telah menjadi penyedia berita bisnis dan peluang usaha yang paling update, yang berada dekat di sekitar masyarakat. Telah hadir di lebih dari 250 kecamatan, “Ke depan, PingPoint akan terus merambah ke berbagai daerah cakupan dengan mengutamakan kenyamanan baca baik dari sisi content, ui/ux dan teknologi maupun ketersediaan berita terkini dengan akurat,” bebernya.

Ada juga Kawn, produk Point of sales (POS) yang ditujukan untuk bisnis F&B. Dengan Kawn, bisnis dapat dikendalikan dengan efisien. “Selain fitur dasar untuk pembukuan dan pelaporan, Kawn memiliki fitur mutakhir seperti inventori yang dengan batching untuk pengaturan barang dengan tanggal kadaluarsa dan juga untuk proses produksi dengan bill of material. Ke depan, Kawn juga berintegrasi dengan platform ERP dan accounting dan mematangkan sistem loyalty dan gamifications maupun kolaborasi dengan beragam sistem pendukung seperti logistics, HR, cloud kitchen dan payment system,” paparnya.

Program terbaru TECH, yakni hasTECH, berbentuk program dukungan kepada generasi muda di tengah era pandemi Covid-19. Misi hasTECH adalah terciptanya kolaborasi dengan perguruan tinggi melalui program inkubasi dalam mendukung the next generation of entrepreneurs di tanah air. Beragam program didalamnya seperti internship, career pipeline, hasTECH LAB, dan beragam program lainnya.

Billy juga memaparkan bahwa dalam program inkubasi entrepreneur hasTECH, TECH memberikan kesempatan interaksi dan praktek langsung dalam memformulasikan business model dari sebuah business idea menjadi sebuah product roadmap dengan business projection yang realistic dan high visible. Sehingga tercipta Minimum Viable Product (MVP) sampai kepada eksekusi dari go to market strategy-nya dengan sales & marketing strategy yang mumpuni.

Billy juga menambahkan, visi ke depan TECH mendukung sepenuhnya sustainable environmental measure yang bukan hanya peduli terhadap profit tetapi juga planet dan lingkungan. Di tahun ini, Perseroan memiliki tekad agar dapat menjadi salah satu pionir dalam memulai gerakan sustainability measure dalam mencapai net zero carbon emission.

“Kami telah melakukan tracking pengukuran internal emisi karbon TECH, berdasarkan data per November 2021, sejumlah 64 metrik ton. Secara eksternal, seluruh business model TECH akan diarahkan memfasilitasi korporasi di Indonesia dengan solusi digital yang mampu mengurangi emisi karbon yang dihasilkan oleh klien kami,” tukasnya.

PT Indosterling Technomedia Tbk adalah perusahaan dengan kegiatan usaha utama bidang teknologi informasi di bawah bendera Indosterling Group yang menyediakan solusi teknologi business-to-business secara lengkap. Perseroan didirikan tahun 2011 dengan visi menjadi perusahaan penyedia ekosistem digital terbesar di Indonesia yang kini hadir dengan beragam produk layanan pendukung usaha berbasis digital secara terintergrasi di berbagai sektor bisnis. Perseroan resmi mencatatkan saham perdana di Bursa Efek Indonesia pada 4 Juni 2020, dengan 20% jumlah saham beredar di bursa dengan kode saham TECH. (RN)