Menristek/Kepala BRIN Bambang PS Brodjonegoro

Jakarta, innews.co.id – Penelitian atau riset yang inovatif sangat dibutuhkan masyarakat. Untuk itu, diharapkan Perguruan Tinggi Negeri giat melakukan riset. Guna mendukung upaya riset, Kementerian Riset dan Teknologi/Badan Riset dan Inovasi Nasional (Kemenristek/BRIN) kembali memberikan dana hibah penelitian berupa Bantuan Operasional Perguruan Tinggi Negeri (BOPTN) untuk 12 perguruan tinggi negeri badan hukum (PTN BH) di 2021.

Disampaikan Menristek/Kepala BRIN Bambang PS Brodjonegoro, ada 12 PTN yang menerima dana penelitian di tahun ini, yakni:

1. Universitas Indonesia (UI) sebesar Rp45,9 miliar.

2. Universitas Gajah Mada (UGM), Rp40,5 miliar.

3. Institut Teknologi Bandung (ITB), Rp40,3 miliar.

4. Universitas Airlangga (Unair), Rp39,1 miliar.

5. Universitas Diponegoro (Undip), Rp38,8 miliar.

6. Institut Pertanian Bogor (IPB), Rp33,3 miliar.

7. Universitas Padjajaran (Unpad), Rp34,2 miliar.

8. Universitas Sumatera Utara (USU), Rp30,5 miliar.

9. Universitas Hasanuddin (Unhas), Rp29,1 miliar.

10. Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Rp28,5 miliar.

11. Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Rp24,2 miliar.

12. Universitas Sebelas Maret (UNS), Rp15,2 miliar.

“Mudah-mudahan pengalokasian anggaran ini bisa memicu riset dan inovasi yang lebih produktif lagi. Lebih intensif lagi di masing-masing institusi dan kepada pimpinan universitas untuk bisa memanajemen anggaran ini sebaik mungkin,” kata Bambang saat acara Pengumuman Pendanaan Penelitian untuk PTN BH dan Tematik secara daring, Selasa (16/2/2021).

Sementara Pelaksana Tugas Deputi Penguatan Riset dan Pengembangan Kemenristek/BRIN Muhammad Dimyati menuturkan, pendanaan BOPTN untuk PTN BH pada tahun 2021 ini dialokasikan Kemenristek/BRIN kurang lebih sebanyak Rp400 miliar. Mekanisme penetapan pemenang riset sangat ketat.

Selain itu kinerja yang dipakai untuk pembagian alokasi dana ke 12 PTN BH ini berhasal kinerja output publikasi 3 tahun sebelumnya.

“Ditambah dengan kekayaan intelektual yang dilakukan satu tahun sebelumnya dan prototipe dan capaian sitasi PTNBH. Lalu hasil monev penelitian lanjutan akan menjadi penelitian tersebut diteruskan atau tidak dan penjaminan mutunya pun dilakukan cukup ketat karena pengusulnya cukup banyak,” tukasnya. (IN)