Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Bidang Perhubungan, Carmelita Hartoto

Jakarta, innews.co.id – Untuk menyukseskan program tol laut dibutuhkan peran dan koordinasi antarkementerian, terutama dalam menekan disparitas harga. Tapi untuk menurunkan disparitas harga antardaerah tidak bisa hanya dilakukan Kemenhub melalui Program Tol Laut.

Hal tersebut secara lugas dikatakan Carmelita Hartoto Ketua Umum Indonesian National Shipowners’ Association (INSA) atau Asosiasi Perusahaan Pelayaran Niaga Nasional dalam rilisnya di Jakarta, Senin (22/6/2020) kemarin.

Carmelita menambahkan, peran serta kementerian dan lembaga lain sangat diperlukan dalam menekan disparitas harga dan memastikan pergerakan logistik yang terintegrasi dan lancar, termasuk konektivitas antar-moda transportasi dan pemantauan harga barang tol laut hingga ke tangan konsumen.

Dia menjelaskan, dengan diterbitkannya Instruksi Presiden (Inpres) No. 5 Tahun 2020 tentang Penataan Ekosistem Logistik Nasional yang belum lama ini diterbitkan, diharapkan akan mempercepat optimalisasi kinerja tol laut, mengingat inpres tersebut bertujuan untuk meningkatkan sinergitas seluruh instansi dalam meningkatkan kinerja logistik nasional, memperbaiki iklim investasi dan meningkatkan daya saing perekonomian nasional.

“Program Tol Laut yang sudah berjalan baik ini harus diiringi dengan munculnya industri di wilayah timur sehingga adanya pertumbuhan muatan balik kapal, dengan begitu nantinya akan membuat daya saing logistik kian baik,” imbuhnya.

Selain itu, tanbahnya, tingkat keterisian kapal-kapal tol laut masih perlu terus dioptimalkan karena masih ada beberapa rute yang muatannya masih berkisar 30-an persen, meski ada juga rute tol laut yang sudah sampai 100 persen.

Untuk optimalisasi muatan tol laut perlu sinergi seluruh pihak, contohnya program Rumah Kita. Optimalisasi Rumah Kita untuk mengkonsolidasikan barang-barang pada sepanjang rute di Program Tol Laut harus terus dilakukan.

Carmelita juga menilai,.agar ketersediaan stok bahan pokok dan penting terjamin di daerah-daerah, yang diperlukan adalah memperbanyak volume barang yang diangkut, dan memperbanyak “ship’s call” kunjungan kapal tol laut.

Pemberian subsidi angkutan laut pada program tol laut juga baiknya difokuskan hanya untuk sembilan bahan pokok dan penting.

Lebih jauh Carmelita memgatakan, peran tol laut sangat penting dalam upaya mengurangi disparitas harga antarwilayah khususnya di wilayah timur dan di daerah Tertinggal, Terpencil, Terluar dan Perbatasan (3TP).

Ia pun mengapresiasi kelancaran distribusi logistik di tengah pandemi Covid-19 lewat tol laut yang tetap aman dan lancar ke seluruh daerah. Kelancaran itu bisa dilihat dari operasional, baik kapal liner maupun kapal dalam program tol laut relatif sesuai jadwal.

“Kita patut syukuri berkat kerja keras Kemenhub, sektor transportasi laut baik yang kapal liner maupun kapal tol laut yang mengangkut bahan pokok dan penting tetap berjalan lancar dan tanpa hambatan di masa pandemi seperti ini,” tukasnya.

Program tol laut juga dinilai telah mengalami banyak terobosan untuk mengoptimalisasikan perannya mengamankan jaring logistik ke daerah dan menekan disparitas harga antarwilayah.

Pertumbuhan jumlah trayek tol laut terus mengalami pertumbuhan dari tahun ke tahun. Sejak diluncurkan pada akhir 2015, jumlah trayek tol laut sudah sebanyak 26 trayek pada 2020. Dari jumlah rute itu, tujuh rute dilayani oleh pelayaran swasta nasional. (RN)