Vicky W. Kartiwa Ketua Umum Perempuam Jenggala

Jakarta, innews.co.id – Hari Perempuan International tahun ini menjadi refleksi penting bagi seluruh perempuan di dunia, termasuk di Indonesia, bahwa perempuan harus berani bersikap, menentukan pilihan dan bicara ketidakadilan atas dirinya.

Penegasan ini secara lugas dikatakan Vicky W. Kartiwa Ketua Umum Perempuan Jenggala kepada innews, Senin (8/2/2021). Hal ini sejalan dengan tema International Women’s Day (IWD) 2021, ‘Choose to Challenge’.

Sampai hari ini, kata Vicky, ketidakadilan gender masih terjadi di beberapa sektor, baik di ruang publik maupun domestik. Perspektif patriarki yang mengakar di masyarakat kita belum bisa dihilangkan begitu saja. “Masih banyak perempuan yang dikritik karena pilihannya. Masih banyak perempuan yang secara sadar mengalami pelecehan dan mirisnya lagi, masih banyak perempuan yang dipaksa memiliki tanggung jawab ganda,” ungkap Vicky.

Perempuan Jenggala berikan bantuan moril dan materiil kepada warga terkena banjir bandang dan tanah longsor di Bogor Barat, Minggu (27/1/2020)

Dengan tegas Vicky mengatakan, di era modern ini, perempuan dituntut untuk progresif, mandiri, serta punya skill yang mumpuni, agar tidak lagi menjadi objek ketimpangan gender.

Menurut Vicky, perempuan seharusnya memang mengambil peran, baik di ruang publik maupun domestik. Bagi perempuan yang aktif di ruang publik, itu penting untuk kita dukung. Bagaimana pun tampilnya perempuan di ruang publik bukan perkara mudah. Meski dari sisi benefit yang diperoleh, sifatnya relatif.

“Bagaimana pun peran domestik dan publik punya beban yang sama. Yang terpenting adalah bagaimana perempuan secara merdeka mampu memilih peran yang dia inginkan serta memberi manfaat kepada banyak orang,” imbuh Vicky lagi.

Perempuan Jenggala kunjungi Sekolah Anak Berkebutuhan Khusus “Kasih ABBA” yang dinaungi oleh Yayasan Bhakti Luhur, yang berada di Jalan Permata No. 9 RT 01/03, Desa Curug, Kecamatan Gunung Sindur, Kabupaten Bogor, Rabu (21/08/19)

Karenanya, di Hari Perempuan Internasional ini, secara khusus kepada perempuan Indonesia Vicky mengimbau, untuk tetap kuat dan konsisten dalam menyuarakan ketidakadilan. “Teruslah belajar agar memiliki daya saing kuat. Dan, teruslah mengambil peran dalam keluarga demi mencetak generasi terbaik untuk masa depan bangsa. Jangan mundur! Karena sebagai sesama kaum Hawa kita akan saling mendukung untuk kehidupan perempuan yang lebih baik,” pungkasnya. (RN)