Wakil Ketua DPR RI Rachmat Gobel

Jakarta, innews.co.id – Sosok Rachmat Gobel dinilai layak dipertimbangkan untuk masuk jajaran kabinet sebagai hasil reshuffle yang rumornya akan dilakukan Presiden Joko Widodo dalam waktu dekat ini.

Hal ini dikatakan pengamat sosial politik Robertho Manurung menyikapi isu reshuffle yang ramai diperbincangkan akhir-akhir ini. “Rachmat Gobel layak menjadi Menteri Pertanian karena selama ini juga telah berhasil mengembangkan tanaman jagung di Gorontalo,” kata Robertho kepada innews, Selasa (13/4/2021).

Menurutnya, Indonesia berat untuk kembali swasembada beras, namun dimungkinkan melakukan swasembada jagung dan hasil pertanian lainnya. “Penting didorong Indonesia bisa swasembada jagung agar menekan masuknya impor dari luar negeri yang tentunya bisa mempengaruhi kesejahteraan petani. Bahkan, bisa memiskinkan desa,” terangnya.

Tentunya, sambung Robertho, dengan masuknya Rachmat Gobel diharapkan bisa memacu aneka komoditas pangan di Tanah Air. “Derasnya impor produk pangan membuat harga produk dari petani menjadi rendah. Akibatnya, para petani menjadi kurang gairah bekerja. Ini diperparah dengan banyak pemuda di desa memilih hijrah ke kota dengan kemampuan seadanya. Pun sesampai di kota hanya bekerja sebagai tenaga kasar,” paparnya.

Hal ini bila tidak cepat diantisipasi oleh Pemerintah, tentu akan membuat pertanian akan semakin merosot. “Kita butuh orang yang betul-betul punya kemampuan lebih dalam mengelola tanah di Indonesia sehingga menghasilkan produk-produk yang bukan saja mencukupi kebutuhan rakyat, tapi juga mampu menambah pendapatan negara,” serunya.

Rachmat Gobel, kata Robertho, kemampuannya teruji dalam mengolah pertanian, khususnya tanaman jagung. Pun, dalam kapasitas sebagai Wakil Ketua DPR, sambungnya, beliau gencar menyerukan pemakaian produk dalam negeri sebagai bentuk kemandirian bangsa. “Karenanya, adalah tepat bila Rachmat Gobel dipercaya sebagai Menteri Pertanian,” tukas Robertho lagi.

Sebelumnya, relawan Jokowi menyerukan bila dilakukan reshuffle kabinet, maka salah satu yang harus diganti adalah Menteri Pertanian. Alasannya, ada indikasi beberapa menteri yang bercokol sekarang ini mulai tidak fokus bekerja, tapi sudah memikirkan Pemilu 2024 nanti. (RN)