Jadi Rektor Baru Universitas Jayabaya, Prof Fauzie Hasibuan Agendakan Sejumlah Pembenahan

Pengukuhan Rektor Universitas Jayabaya Jakarta, Prof Dr. Fauzie Hasibuan, di Gedung Rektorat UJ, Jakarta, hari ini

Jakarta, innews.co.id – Pembenahan kurikulum pendidikan menjadi salah satu fokus Prof Dr. H. Fauzie Yusuf Hasibun, SH., M.Hum., usai dikukuhkan menjadi rektor Univesitas Jayabaya (UJ) Jakarta.

“Terima kasih untuk amanah yang diberikan. Saya berkomitmen untuk mendorong kemajuan akademik, meningkatkan kualitas pendidikan, dan memperkuat peran universitas dalam pengembangan masyarakat. Tentu dalam menjalankan tugas mulia ini saya butuh dukungan dari semua pihak,” kata Fauzie, dalam keterangan persnya, di Gedung Rektorat Universitas Jayabaya, Jakarta, Senin (6/5/2024).

Prof Dr. Fauzie Hasibuan tengah diwawancarai oleh awak media

Dia menjelaskan, hal yang paling krusial tentu berkaitan dengan institusi secara internal, di mana kita perlu melakukan pembenahan kurikulum pendidikan. “Saya berharap komunikasi dengan para unit-unit kerja dapat menghimpun suatu kekuatan untuk mencari peluang yang terbaik,” ujarnya.

Dirinya sadar betul untuk pembenahan kurikulum tentu butuh masukan dari berbagai pihak.

Fauzie menilai, pembenahan kurikulum dimaksudkan untuk mencetak mahasiswa-mahasiswa handal dan memiliki kompetensi mumpuni di bidangnya masing-masing sehingga bisa memenuhi kualifikasi keahlian yang diminta oleh industri atau dunia kerja.

Peningkatan keahlian mahasiswa di bidangnya masing-masing merupakan suatu keharusan karena tantangan dan persaingan sekarang kian berat, termasuk hadirnya teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence).

“Semua program yang kita lakukan itu harus dikaitkan dengan sistem digitalisasi. Tanpa itu kita akan mengalami sebuah kesulitan,” kata Ketua Umum DPN PERADI periode 2015-2020 ini.

Tak hanya itu, Fauzie juga menitikberatkan pembenahan terhadap status fakultas-fakultas yang belum mendapat Akreditasi Unggul dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN PT). ‎Saat ini, sejumlah fakultas untuk S1 dan S3 telah meraih Akreditasi Unggul. “Dalam hal ini, kami akan bekerja keras mempersiapkan semua unsur yang diperlukan sehingga proses akreditasi memenuhi syarat unggul,” imbuhnya.

Hal penting lain, kata Fauzie, adalah mengembangkan kerja sama dengan sejumlah perguruan tinggi di luar negeri, seperti Malaysia, Thailand, dan China guna meningkatkan mutu pendidikan sehingga lulusan UJ semakin bersaing di level global.

Baginya, kerjasama universitas dengan universitas bisa menjadi arti besar dan dukungan kepada kita sehingga standar unggul itu bisa dicapai.

Sementara itu, Ketua Umum Yayasan Jayabaya, Moestar Putrajaya‎, menjelaskan, terpilihnya Prof Fauzie Hasibuan merupakan hasil seleksi yang ketat melibatkan semua stakeholder UJ. “Kami yakin keahlian, dedikasi, dan waktu Prof. Fauzie akan membawa Universitas Jayabaya ke puncak prestasi yang lebih baik lagi ke depannya, sesuai dengan harapan kita bersama,” serunya.

Banyak tantangan

Dalam pesannya, ‎Kepala LLDikti Wilayah III, Prof. Dr. Toni Toharudin, meminta Prof. Fauzie untuk mempersiapkan diri mengatasi berbagai tantangan yang kian berat. “Tantangannya bukan hanya mengembangkan program akademi yang inovatif dan berorientasi pada kebutuhan dunia usaha atau industri, namun juga mempertahankan citra baik dan reputasi yang telah melekat pada UJ,” terangnya.

Dia berharap dengan hadirnya rektor baru mampu mendorong akselerasi Universitas Jayabaya untuk semakin solid dan terus meningkatkan mutu institusi dengan baik.

Di sisi lain, lulusan terbaik UJ, Dr. H. Bambang Soesatyo, ‎meminta Prof. Fauzie dan jajaran untuk menyiapkan dan melahirkan sumber daya manusia (SDM) yang bukan hanya memenuhi pasar tenaga kerja, tetapi juga mampu memperbaiki sistem politik Tanah Air.

‎”Saya berharap kepada semua civitas Universitas Jayabaya yang dipimpin Pak Rektor terus memberikan masukan dan kajian penting. Karena selain memenuhi kebutuhan industri, menurut saya yang terpenting memenuhi politik bangsa kita,” tukasnya.

Menurut Ketua MPR RI ini, persoalan bangsa ini harus diselesaikan dari hulunya, yakni, partai politik yang menjadi akar permasalahan. “Hitam putihnya bangsa ini ke depan sangat tergantung pada sumber daya manusia yang menjadi elit parpol kedepan,” pungkasnya. (RN)

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan