Jakarta, innews.co.id – Salah satu target besar dari PT NFC Indonesia Tbk, adalah menjadikan perusahaan sebagai digital exchange hub terbesar di Indonesia. Strategi yang diterapkan adalah membawa perusahaan melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 10 Juli 2018.

Hal itu mencuat dalam publik ekspose yang diadakan di Kresna Tower, Jumat, (8/6). Dalam rilis yang diterima innews dikatakan, perseroan akan menawarkan hingga 166.667.500 saham baru, setara dengan 25 persen dari modal disetor, dengan harga penawaran umum perdana(IPO) berkisar antara Rp1.500 dan Rp2.000 per saham.

PT Kresna Sekuritas, PT Trimegah Sekuritas Indonesia, dan PT Sinarmas Sekuritas ditunjuk Perseroan sebagai penjamin pelaksana emisi saham.

NFC menempatkan IPO sebagai strategi awal untuk mempercepat perkembangan usaha Perseroan menjadi digital exchange hub terbesar di Indonesia dengan tujuan agar Perseroan dapat berperan penting dalam keseharian gaya hidup masyarakat Indonesia yang tech-savvy.

Dengan dana yang diperoleh melalui IPO, Perseroan berencana untuk menggunakan 60 persen untuk modal kerja, 30 persen untuk beragam investasi digital termasuk perkembangan IT, dan 10 persen sisanya untuk investasi pada sumber daya manusia.

Menurut Jahja Suryandy, “Melalui teknologi digital mutakhir, NFC akan memberikan pengalaman yang tak tertandingi dalam gaya hidup digital konsumen Indonesia. Sebagai perusahaan platform, bursa digital paling invatif yang menjadi perusahaan publik, ini baru awal”.

Ke depan, beragam inovasi akan dihadirkan oleh NFC di antaranya, Bursa Iklan Digital, Bursa Platform Komunikasi dan bursa digital lainnya ke pasar. “NFC sedang dalam perjalanan untuk menciptakan salah satu digital exchange hub terbesar di Indonesia,” kata Jahja.

Saat ini, Indonesia berada di peringkat ke-4 sebagai negara dengan jumlah perusahaan rintisan (startup) terbanyak, yakni 1.705 perusahaan. NFC memiliki urgensi untuk membedakan diri dari perusahaan startup lainnya. Penggunaan Application Programming Interface (API) yang revolusioner yang dirancang khusus oleh NFC merupakan salah satu strategi untuk menjadi pembeda di industri ini.

Saat ini, NFC mengoperasikan dua lini usaha yakni bursa digital dan media serta hiburan. Perseroan memperkenalkan NFCXC, marketplace pulsa real-time untuk usaha bursa digitalnya, sedangkan untuk usaha media dan hiburan, melalui anak perusahaannya PT Oona Media Indonesia, memperkenalkan OONA TV, aplikasi hiburan TV dan video gratis. (RN)