David Kamil pedagang mobkas di Gading Auto Center (GAC), Kepala Gading, Jakarta Utara

Jakarta, innews.co.id – Kebijakan pemerintah dengan membolehkan masyarakat untuk mudik Lebaran tidak lantas berdampak terhadap penjualan mobil bekas (mobkas). Hal ini nampak dari sales marketing selama bulan suci Ramadhan ini.

“Penjualan mobkas sejauh ini masih biasa-biasa saja. Tidak ada peningkatan yang signifikan pada Lebaran tahun ini,” aku David Kamil pedagang mobkas di Gading Auto Center (GAC), Kepala Gading, Jakarta Utara, ketika dikonfirmasi innews, Jumat (29/4/2022).

Menurutnya ada banyak hal yang menyebabkan orang enggan berpikir membeli mobil. Salah satunya adalah penyediaan bis gratis untuk mudik gratis. Juga keputusan Pemerintah mengenakan pajak pertambahan nilai (PPN) 1,1 persen terhadap pembelian mobil bekas. Serta, kondisi pandemi yang baru saja dilewati di mana ekonomi masyarakat banyak yang porak-poranda.

Meski begitu, bila dibanding di masa pandemi Covid-19, kata David, tentu tingkat penjualan sekarang sudah semakin baik. “Pastilah ada peningkatan dibandingkan masa pandemi lalu. Kita bersyukur, pandemi Civid-29 semakin melandai. Itu juga membuka ruang bagi para pedagang mobkas untuk bisa menjalankan bisnisnya kembali,” ujar David yang berada dibawah bendera Performa Auto ini lagi.

Dia menerangkan, seperti tahun-tahun sebelum pandemi, peminat mobkas untuk keperluan lebaran, rata-rata jenis mobil keluarga seperti, Innova, Avanza, Expander, Fortuner, dan Pajero.

Di Performa Auto sendiri, para konsumen dimanjakan dengan bonus menarik bila membeli mobil yakni, gratis perawatan poles selama mobil masih dimiliki oleh pembeli alias belum berpindah tangan.

“Kami berharap kedepan, penjualan mobkas akan semakin baik lagi. Terlebih pemerintah bisa memberi perhatian, melalui kebijakan-kebijakan yang berorientasi pada pemulihan bisnis,” tukas David yang juga Ketua Gading Auto Center (GAC) komunitas pedagang mobkas di bilangan Kelapa Gading, Jakarta Utara ini. (RN)