Jimmy Simanjuntak siap bermitra dengan Fadlin Avisenna, melanjutkan pengabdian di AKPI

Jakarta, innews.co.id – Penguatan keorganisasian Asosiasi Kurator dan Pengurus Indonesia (AKPI) di daerah serta bagaimana membawa wadah ini ke pentas internasional menjadi bagian dari visi ini Dr. Jimmy Simanjuntak, SH., MH., Ketua Umum AKPI periode 2019-2022 yang kembali maju sebagai Caketum AKPI, pada Rapat Anggota Tahunan (RAT), Agustus ini.

“Kita mau melakukan penguatan AKPI di daerah-daerah. Dengan kegiatan yang rutin dan kontribusi positif di daerah-daerah, diharapkan bisa memperkuat posisi tawar AKPI, baik di pusat maupun daerah masing-masing,” kata Jimmy Simanjuntak dalam perbincangan eksklusif dengan innews, di Jakarta, Rabu (6/7/2022).

Dr. Jimmy Simanjuntak, SH., MH., sebagai petahana, siap maju pada RAT AKPI 2022, berpasangan dengan Fadlin

Sejatinya, keanggotaan AKPI ada di seluruh Indonesia, tapi untuk koordinator wilayah hanya ada di beberapa daerah di mana terdapat Pengadilan Niaga, seperti di Jakarta, Surabaya, Medan, Makassar, Bandung, dan Semarang.

Hal lain yang akan dikerjakan bila dirinya dipercaya untuk periode kedua adalah bagaimana membangun hubungan yang lebih baik dengan sejumlah instansi. Saat ini, AKPI telah melakukan MoU dengan 10 perguruan tinggi baik negeri maupun swasta di Indonesia, dalam rangka mengembangkan hukum kepailitan.

Juga AKPI tengah menggagas membangun kesepahaman terkait hukum kepailitan atau putusan pengadilan terkait kepailitan dengan negara lain. “Kami tengah menyiapkan konsep cross border insolvency. Ini karena sering ditemukan aset perusahaan yang pailit ada di luar negaranya sehingga sulit untuk dijadikan jaminan. Jadi, kalau suatu perusahaan di Indonesia diputus oleh pengadilan pailit. Putusannya belum tentu diakui di negara lain. Karena itu diperlukan suatu lembaga atau apapun namanya yang mengurus hal tersebut,” urainya.

Terkait pemilihan, berkaca pada proses RAT 2019 silam, Jimmy menilai, ketika itu bagi anggota yang tidak bisa ikut bisa memberi kuasa kepada pihak lain untuk mencoblos. “Menurut saya pola seperti ini terkadang menjadi kurang fair. Untuk itu, pada RAT 2022 ini kami mau melakukan dengan pola one man one vote,” ujarnya.

Menurutnya, itulah demokrasi sejati. Kalau dengan surat kuasa, belum sepenuhnya demokrasi berarti. “Jadi mereka yang hadir dan datang tepat waktu, bisa memilih. Yang tidak hadir tentu tidak bisa memilih,” terangnya.

Dikatakannya, perkiraan peserta yang hadir pada RAT 2022 ini, kata Jimmy, sekitar 700-800 orang. Sementara jumlah anggota AKPI tercatat mencapai 1.500 orang se-Indonesia.

Hingga kini, ada 3 pasang calon yang akan maju pada kontestasi pemilihan pimpinan AKPI. Salah satunya Jimmy sebagai petahana yang berpasangan dengan Fadlin. Dukungan begitu deras mengalir pada pasangan ini. Namun demikian, Jimmy tidak ingin jumawa.

“Saya tidak pernah memperbolehkan teman-teman yang mendukung saya untuk bermusuhan dengan mereka yang tidak mendukung saya. Sebab, berbeda pilihan itu bukan berarti lawan. Kita tetap satu keluarga,” tegasnya.

Jimmy menekankan, jangan sampai kontestasi ini melukai hubungan kita sebagai teman dan sesama manusia. “Saya juga mengimbau dalam berkampanye teman-teman tetap melakukan dengan pola-pola yang santun dan baik. Tidak perlu menyerang dan melukai pihak lain,” serunya.

Harus dipahami, lanjutnya, di AKPI itu bukan orang sembarang dan tidak berpendidikan. “Disini terhimpun kaum intelektual yang memiliki naluri yang tajam. Karena itu, tidak ada gunanya menjelek-jelekkan satu sama lain hanya untuk mencari suara karena pihak lain tidak akan respek,” tukasnya. (RN)