Johannes Tobing Wakil Sekjen DPN PERADI dan Calon Ketua Peradi Jaktim

Jakarta, innews.co.id – Hasratnya maju pada sebagai Calon Ketua Dewan Pimpinan Cabang Perhimpunan Advokat Indonesia (DPC Peradi) Jakarta Timur, tidak didasari ambisi semata, melainkan niat tulus untuk membangun organisasi advokat ini menjadi terdepan, baik dalam pelayanan kedalam maupun keluar.

Sosok Johannes L. Tobing sudah dikenal luas di kalangan advokat. Kiprahnya di DPN Peradi pun telah diakui berbagai pihak. Kecintaannya terhadap organisasi menjadi modal kuat untuk selalu all out dalam berkarya. Itu pun akan ia lakoni sebagai jawaban atas amanah yang ia emban nanti.

Johannes Tobing, siap lahir batin menjadi Ketua DPC PERADI Jaktim

Mengusung tagline ‘Matahari Dari Timur’, Johannes memiliki visi-misi yang terangkum dalam filosofi kerjanya yakni, progresif, transparan, revolusioner. Hal ini sejalan dengan spirit muda yang membuatnya begitu berapi-api dalam membangun Peradi Jaktim.

Satu hal yang akan ia lakukan bila terpilih adalah melakukan percepatan birokrasi pelayanan kepada anggota Peradi Jaktim. “Mengurus ribuan orang, apalagi advokat bukan perkara mudah. Kalau tidak bergerak cepat dengan birokrasi yang sederhana, rasanya akan sangat sulit sekali,” aku Johannes yang juga duduk sebagai Wakil Sekjen DPN Peradi ini kepada innews, Selasa (6/9/2022).

Secara lugas, Johannes menyampaikan, dari 172 cabang Peradi di seluruh Indonesia, mungkin hanya DPC Jaktim yang tidak memiliki kas dari iuran anggotanya. “Untuk melakukan kegiatan, kita harus cari uang sendiri karena tidak ada iuran keanggotaan,” buka Johannes.

Ini terjadi karena adanya perbedaan pendapat yang meruncing. Termasuk Sekretariat Peradi Jaktim pun pasca meninggalnya Piter Siringo-ringo, harus pindah ke Kantor Johannes Tobing. “Segala urusan Peradi Jaktim kami lakukan disini. Mulai dari pembuatan KTA, melayani bantuan bagi advokat di Jaktim yang sakit atau meninggal, dan sebagainya,” tutur Johannes lagi.

Pria yang dikenal, low profile dan friendly ini mengajak seluruh anggota Peradi Jaktim untuk bersama-sama menunjukkan rasa kecintaan terhadap organisasi. “Mari, baik yang senior maupun junior, kita sama-sama menunjukkan rasa cinta terhadap Peradi. Sebab dengan begitu, maka Peradi bisa menjadi besar,” yakinnya.

Menurutnya, kalaupun ada perbedaan, itu harus dilihat dalam kacamata positif. Namun, kalau ada pihak-pihak yang coba menyerang secara pribadi, maka dirinya pun akan tegas. “Saya bersyukur banyak senior-senior di DPN Peradi memberi masukan dan nasihat yang menguatkan,” cetusnya.

Terkait single bar is a must yang menjadi jargon di DPN Peradi, Johannes memastikan dirinya pun akan konsisten menyuarakan hal tersebut. “Single bar pada organisasi advokat sudah tidak bisa ditawar-tawar lagi, melainkan harus dijalankan karena itu amanat UU Advokat,” ungkapnya.

Bagi Johannes, regulasi untuk advokat sudah baik. Hanya saja kepastian untuk sungguh-sungguh melaksanakan seperti yang diamanatkan itu yang belum ada. “Bagaimana kita menciptakan advokat yang handal kalau sistemnya sudah dirusak,” kritik Johannes.

Baginya, musuh bersama advokat Indonesia sekarang ini adalah Surat Edaran Mahkamah Agung No. 74 yang mengizinkan advokat bisa dilantik dari organisasi manapun juga.

Kembali ke soal Muscablub, Johannes menegaskan, bila dirinya terpilih, maka langkah awal adalah merangkul pihak-pihak yang menjadi kompetitornya untuk bersama-sama membangun Peradi Jaktim. “Siapapun yang akan terpilih sebagai Ketua Peradi Jaktim pada Muscablub nanti, saya tidak akan ganggu. bahkan akan saya dorong supaya DPN Peradi bisa segera mengeluarkan SK. Tapi kalau Tuhan perkenankan saya memimpin Peradi Jaktim, tolong jangan juga diganggu. Tapi bisa didukung untuk bisa melaksanakan amanah besar ini bersama-sama,” harapnya.

Dia yakin, kalau Peradi Jaktim kuat di dalam, maka akan kuat juga keluar. Tidak hanya kuat secara organisasi, tapi juga mampu mengadvokasi anggotanya bila menghadapi permasalahan. (RN)