Johari, SH., Ketua Bidang Pendidikan dan Latihan Pengurus Pusat Ikatan Pejabat Pembuat Akta Tanah (PP IPPAT)

Batam, innews.co.id – Kantor Notaris/PPAT harus dikecualikan dari larangan pemerintah mengenai pembatasan sosial berskala besar (PSBB). Ini lantaran pelayanan kepada masyarakat luas harus tetap berjalan, utamanya bagi mereka yang punya urusan mendesak.

Hal ini dikatakan Johari, SH., Ketua Bidang Pendidikan dan Latihan Pengurus Pusat Ikatan Pejabat Pembuat Akta Tanah (PP IPPAT) kepada innews, Minggu (10/5/2020). “Memang keselamatan orang lebih diutamakan dan tidak boleh diabaikan sama sekali. Namun di saat yang sama pelayanan hukum juga tidak boleh diabaikan, karena notaris PPAT dalam aturan jabatannya tidak boleh menolak klien tanpa alasan yang dibenarkan,” ujarnya.

Dalam melaksanakan aktivitasnya, kata Johari, para Notaris/PPAT juga harus menerapkan SOP penanganan covid-19 (cuci tangan, masker, sarung tangan) dan menjaga jarak aman. “Bila hal tersebut bisa diterapkan, kantor Notaris/PPAT tidak perlu ditutup,” tandasnya.

Lagi pula, ada jenis pekerjaan/pelayanannya itu berjangka waktu. Tiap pelanggarannya ada sanksi administratif dan lainnya. Bahkan untuk SKMHT dan pendaftaran HT, contohnya, jika lewat waktu menjadi tidak sah (tidak mempunyai titel eksekutorial) vide pasal 15 UUHT.

Di Batam, wilayah kerja Johari, kantor Notaris/PPAT kebanyakan masih buka karena belum ada larangan dari pemerintah. Cuma sebatas anjuran untuk membatasi kegiatan dan proaktif untuk berhati-hati saja. “Memang ada juga rekan yang secara rela menutup kantor. Ada pula yang membatasi jam kantor,” jelasnya.

Lebih jauh Johari mengingatkan bahwa pandemi Covid-19 belumlah berakhir dan risiko medisnya sungguh berbahaya. “Wabah Covid-19 dapat dikategorikan sebagai force majeure, maka pelayanan hukum kepada klien kita diberikan untuk hal yang urgent dan tidak dapat ditunda saja. Jika tidak urgent, maka sebaiknya ditunda hingga Covid-19 berlalu,” urainya.

Johari mengajak semua pihak agar lebih aware terhadap diri sendiri dan keluarga. “Sayangilah diri dan keluarga kita. Tetap semangat menjaga kesehatan. Sungguh tiap ujian/musibah itu adalah dalam batas kemampuan kita, maka bersabar dan berikhtiarlah. Dan ingat jangan mudik/pulang kampung dengan alasan apapun, karena hal itu dilarang,” pungkasnya. (RN)