Para tokoh lintas puak/etnis asal Sumut komitmen bersatu membangun Sumut. Komitmen disampaikan pada pertemuan dengan Kepala Kantor Badan Penghubung Sumut Ahmad Rasyid Ritonga di Hotel Gren Alia, Jakarta Pusat, Jumat (2/12/2022)

Jakarta, innews.co.id – Perhatian dari warga diaspora asal Sumatera Utara sangatlah penting guna mendorong pembangunan daerah lebih maju dan berkembang. Untuk itu, Kantor Badan Penghubung Sumut siap menjembatani hal tersebut.

Hal ini ditegaskan Kepala Kantor Badan Penghubung Sumut Ahmad Rasyid Ritonga dalam pertemuan dengan para tokoh masyarakat diaspora asal Sumut di Jakarta yang diadakan di Hotel Gren Alia, Kwitang, Jakarta Pusat, Jumat (2/11/2022).

Para tokoh asal Sumut bersama Ahmad Rasyid Ritonga Kepala Kantor Badan Penghubung Sumut di acara Silahturahmi Kaban Penghubung Sumut dengan para tokoh di Hotel Gren Alia, Jakarta Pusat, Jumat (2/12/2022)

“Kemajuan Sumut tak terlepas dari peran dan masukan para tokoh dan masyarakat asal Sumut yang berdomisili di Jakarta. Untuk itu, dibutuhkan sinergitas dan kebersamaan dalam memberi masukan guna mendorong pembangunan. Paling tidak, masing-masing puak/etnis asal Sumut di Jakarta bisa mendorong pembangunan kampung halamannya masing-masing,” kata Ritonga.

Kaban Penghubung Sumut menilai, upaya membangun sinergitas akan tercapai dengan adanya dialog dan keterbukaan dengan spirit kebersamaan. “Kita coba adakan pertemuan secara rutin, mungkin per tiga atau empat bulan dengan para tokoh asal Sumut di Jakarta agar dapat dibangun komunikasi yang baik dan berkesinambungan,” kata Ritonga yang baru kurang dari sebulan menjabat sebagai Kepala Kabanhub Sumut di Jakarta lagi.

Kepala Kantor Badan Penghubung Sumut yang baru Ahmad Rasyid Ritonga tengah memberikan sambutan dihadapan para tokoh lintas puak/etnis asal Sumut di Hotel Gren Alia, Jakarta, Jumat (2/12/2022)

Sementara itu, dalam sambutannya H. Muhammad Tarigan Pelaksana tugas Ketua Umum Kerukunan Keluarga Sumatera Utara (KKSU) menegaskan bahwa keberadaan diaspora asal Sumut di Jakarta harus bisa menjadi mata dan telinga guna mencermati dan memberi masukan, diminta ataupun tidak bagi pembangunan di Sumut. “Selama ini KKSU terus bersinergi dan menjalin komunikasi erat dengan Pemerintah Provinsi Sumut melalui Kantor Badan Penghubungnya di Jakarta. Salah satunya dengan memberi masukan terkait renovasi Anjungan Sumut di TMII,” bebernya.

Dirinya yakin, Kaban Penghubung Sumut yang baru bisa lincah dalam mengorganisir dan menampung masukan-masukan berharga dari para tokoh dan masyarakat Sumut di Jakarta. “Kemampuan birokrasi Pak Ritonga sudah tidak diragukan lagi, ditambah dengan kepiawaiannya dalam menjalin komunikasi dengan warga Sumut di Jakarta. Chemistry-nya sudah terbentuk dan pasti akan lancar,” ucapnya penuh keyakinan.

H. Muhammad Tarigan Pelaksana tugas Ketua Umum Kerukunan Keluarga Sumatera Utara (KKSU) tengah memberi sambutan pada Silahturahmi Kantor Badan Penghubung Sumut dengan para tokoh lintas puak/etnis asal Sumut di Jakarta, di Hotel Gren Alia, Jakarta Pusat, Jumat (2/11/2022)

Di sisi lain, Dr. HP Panggabean Ketua Umum Kerabat meminta agar Kantor Penghubung Sumut bisa secara aktif mengadakan pertemuan dan menjalin komunikasi dengan para tokoh lintas puak/etnis yang ada di Jakarta.

Hal senada dikatakan Kapler Marpaung Ketua Umum Punguan Pomparan Raja Marpaung Indonesia – Dunia (Marboni). “Kami di Jakarta siap memberi masukan bagi Pemprovsu untuk bagaimana mendorong pembangunan yang berkelanjutan dan berdampak bagi warga di bona pasogit (kampung halaman),” tuturnya.

H. Syamsul Zakaria Ketua FPK Provinsi DKI Jakarta tengah memberi sambutan pada Silahturahmi Kantor Badan Penghubung Sumut dengan para tokoh lintas puak/etnis asal Sumut di Jakarta, di Hotel Gren Alia, Jakarta Pusat, Jumat (2/11/2022)

Tokoh Nias Idaman Zega yang juga Wakil Ketua Umum Himpunan Masyarakat Nias Indonesia (HIMNI) meminta Pemprovsu bisa melibatkan puak/etnis asal Sumut di Jakarta untuk mengisi acara-acara di Anjungan Sumut di TMII. “Kalau perlu kita kerjasama dengan event organizer, agar bisa rutin mengadakan acara-acara di tiap rumah adat di anjungan tersebut. Jadi, disusun agenda acara secara kontinu yang melibatkan masing-masing puak/etnis,” usulnya.

Mewakili ruan rumah DKI Jakarta, hadir Ketua Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) DKI Jakarta Syamsul Zakaria yang dalam sambutannya menyambut baik dan siap bekerja sama dengan Pemprovsu untuk mengadakan gelaran seni dan budaya. “Jakarta itu begitu heterogen dan etnis-etnis asal Sumut begitu banyak bermukim di Jakarta. Mari kita bersinergi dan memberi warna di Ibu Kota ini,” ajak Syamsul yang juga Ketua Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) ini.

Diskusi yang menghadirkan narasumber Ronny Iswandy Fungsional Analis Kebijakan Bappedasu, Ahmad Rasyid Ritonga dengan moderator Kirman Siregar

Sekitar 100-an tokoh asal Sumut yang hadir banyak memberi masukan berharga setelah mendengar pemaparan terkait pembangunan daerah dari Ronny Iswandy Fungsional Analis Kebijakan Bappedasu.

“Saat ini harus didorong pembangunan lebih massif. Meski begitu harus diakui, luasnya wilayah Sumut kerap menjadi kendala dalam membagi ‘kue’ pembangunan,” kata Bachtiar Ravenala Ujung Ketua Umum Ikatan Masyarakt Pakpak Indonesia (IMAPI) yang hadir pada pertemuan tersebut.

Dr. HP Panggabean Ketua Umum KERABAT menyerahkan beberapa buku kepada Ahmad Rasyid Ritonga

Dorongan serupa dilontarkan H.M. Anda Hakim tokoh Tionghoa asal Sumut. “Sumut punya potensi yang luar biasa, tapi belum dikelola secara maksimal. Kami para tokoh asal Sumut di Jakarta siap mendukung, mencarikan investor guna ikut memaksimalkan potensi daerah yang ada,” imbuhnya.

Sekretaris Jenderal KKSU Rajab Siregar meminta Pemprovsu untuk memberi kesempatan para diaspora Sumut di Jakarta untuk ambil bagian dalam mendukung pembangunan di Sumut. (RN)