Pengamat sosial politik Robertho Manurung

Jakarta, innews.co.id – Penguatan desa diharapkan dapat mendorong kemajuan bangsa dan menjadikan Indonesia lebih bermartabat. Hal ini tergambar dalam tema sentral yang diusung dalam rapat kerja nasional (Rakernas) II PDI-Perjuangan yakni, ‘Desa Kuat, Indonesia Maju dan Bermartabat’.

Menyikapi tema ini, menurut pengamat sosial politik Robertho Manurung, sangatlah tepat, mengingat desa-desa merupakan pilar bangsa, sehingga butuh penguatan. “Pembangunan desa dan pertanian menjadikan ketahanan daerah dan nasional serta dapat mempertahankan adat dan budaya nasional,” kata kader NasDem dalam keterangan resminya yang diterima innews, Jumat (24/6/2022).

Dalam kiprah sosialnya, Robertho sendiri pernah ikut andil mendirikan Pemuda Tani Indonesia di HKTI (Himpunan Kerukunan Tani Indonesia), ketika Siswono Yudohusodo sebagai Ketua Umumnya.

Dia menjabarkan ada sejumlah program yang sejatinya bisa dilakukan di desa dalam konteks membangun ketahanan bangsa. Di antaranya, menciptakan ketahanan pangan melalui penanaman alternatif pengganti beras. “Kita bisa mencoba menanam jagung dan menciptakan swasembada jagung,” ujarnya.

Hal lain yang bisa dilakukan, lanjut Robertho yang pernah bertugas di Kesbangpol Jawa Tengah, memfasilitasi teknologi modern di desa. Seperti alat-alat pertanian, sehingga bisa memetik hasil tanam dengan maksimal. Bisa juga dengan membangun pasar induk di setiap kabupaten agar terjamin harga dan stok produksi.

Tak kalah pentingnya, meningkatkan produk-produk kuliner di setiap daerah melalui peran kaum perempuan. Kuliner ini juga bisa dipasarkan ke kota, bahkan dapat diekspor. Juga memberikan penyaluran kredit bagi petani dengan mudah oleh bank daerah dan atau bank khusus petani.

“Bagi generasi muda, di tiap desa bisa dibuatkan TK Kebangsaan, di mana materi yang diberikan lebih berorientasi pada penerapan nilai-nilai Pancasila,” tuturnya.

Bagi Robertho, desa harus dijadikan sebagai soko guru perekonomian nasional. “Pembangunan desa dan pertanian yang tangguh akan menciptakan kemandirian bangsa,” tukasnya.

Selain itu juga, dengan desa yang terbangun, tentu akan mampu menghadang lajunya arus urbanisasi. Selama ini, di Ibu Kota kerap terjadi penumpukan masyarakat, yang kebanyakan hanya bekerja sebagai buruh. Penguatan desa, katanya, merupakan sendi pertahanan dan menjawab salah satu pemerataan pembangunan serta peningkatan kesejahteraan.

“Desa yang berhasil akan menjadi desa modern, bukan menjadi kota. Harus dipahami bahwa industri yang maju di suatu negara harus melalui pertanian yang tangguh,” imbuhnya.

Robertho meyakini dengan perhatian besar untuk memajukan desa, maka penggunaan produk dalam negeri, termasuk bahan baku seperti yang dicetuskan Presiden Jokowi dapat terealisasi. Selain itu, impor barang-barang lainnya dapat terhindarkan.

“Pembangunan pertanian dan pedesaan harus seiring sejalan guna mewujudkan ketahanan nasioanal. Dengan terbangun baik, desa juga bisa menjadi destinasi wisata bagi masyarakat dalam dan luar negeri,” urainya.

Dia menegaskan, sudah saatnya mengkonkritkan kekayaan alam Indonesia. Jangan hanya lip service saja. Dengan begitu, kesejahteraan kaum tani dan masyarakat desa terwujud dan pemerataan pembangunan nasional dapat terealisasi.

Dirinya juga menilai, tema penguatan desa yang digaungkan PDI-P pada Rakernas II sangat cocok ‘dikawinkan’ dengan Partai NasDem yang juga memiliki program pemberdayaan dan pemaksimalan potensi pedesaan. “Sangat pas ya bila disandingkan program Partai NasDem dengan PDI-P, terkait penguatan desa demi tercipta ketahanan bangsa dan Indonesia yang lebih maju,” pungkasnya. (RN)