Ketum KADIIFA Prof Dr. Anna Mariana, Sekjend KADIIFA Dr. Zulfikar bersama Ketum KADIN Arsjad Rasjid di Anjungan Riau, TMII, Selasa, 23 Agustus 2022

Jakarta, innews.co.id – Upaya pemerintah untuk memajukan produk-produk lokal mendapat angin segar dengan keterlibatan sejumlah organisasi kemasyarakat (ormas). Dorongan kuat secara nyata disampaikan Komunitas Indonesia Internasional Fashion Art dan UKM (KADIIFA) dan Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia, saat mendampingi Presiden Joko Widodo saat mengunjungi Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur, Selasa, 23 Agustus 2022.

Dalam arahannya, Presiden Jokowi dengan tegas meminta agar penggunaan dana APBN dan APBD diutamakan untuk membeli produk-produk dalam negeri. Hal tersebut dimaksudkan untuk membangkitkan kembali perekonomian yang terdampak pandemi Covid-19.

Pengurus KADIIFA bersama Dirut TMII

“Jika APBN dan APBD digunakan untuk membeli produksi dalam negeri, maka dapat menciptakan lapangan kerja dalam negeri,” ujarnya.

Dia menilai, sangat lucu apabila APBN yang kita collect dari pajak, dari PNBP, dari royalti, kemudian saat keluar sebagai belanja pemerintah, malah yang dibeli barang impor. Waduh bodoh banget kita ini. Kalau kita terus-terusan seperti itu, ndak bisa maju,” seru Presiden.

Dengan lugas, Presiden Jokowi juga meminta para pengusaha turut mendukung penggunaan produk dalam negeri serta ikut mempromosikannya. “Sekarang sudah saya suruh tanda tangan semua daerah berkomitmen, bisa beli berapa triliun, berapa miliar. Komitmennya sudah muncul di angka Rp 897 triliun. Ini adalah peluang,” ujarnya.

Menyikapi pernyataan Presiden Jokowi, Ketua Umum KADIIFA, Prof. Dr. Anna Mariana mengatakan, arahan Presiden Jokowi terkait dukungan penggunaan produk dalam negeri memberikan nafas dan gairah baru untuk membangkitkan perekonomian nasional yang selama ini terdampak akibat Covid-19.

Prof Anna mendukung pembelanjaan APBN dan APBD untuk membeli produk-produk dalam negeri.

Kedepannya, pengajar dan praktisi hukum ini berharap bisa mendapat dukungan dalam mengembangkan produk-produk dalam negeri dan UKM di setiap daerah, serta dalam upaya meningkatkan pemasaran, baik secara digital maupun secara offline, untuk pasar di dalam maupun luar negeri.

“KADIIFA mempunyai visi-misi yang sama dalam mendorong peningkatan ekonomi, kemajuan budaya, dan pengembangan produk-produk tradisional dalam negeri, dan kearifan lokal (UKM) sesuai arahan Bapak Presiden Jokowi,” terangnya di Anjungan Riau, TMII, Selasa (23/8/2022).

Tak hanya itu, Prof Anna juga mengajak seluruh pengusaha dan pejabat, di pusat dan daerah, untuk benar-benar komitmen memajukan produk dalam negeri. Juga mendorong kemajuan berbagai sektor komoditi seperti pangan dan kebutuhan lainnya.

Pada kesempatan yang sama, Ketua KADIN Indonesia, Arsjad Rasjid menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan dunia usaha menjadi bagian yang tidak terpisahkan dalam mewujudkan tingkat kesejahteraan rakyat Indonesia yang lebih baik dan merata.

“Menyongsong tahun 2045, ekonomi Indonesia harus menjadi kuat dan beralih menjadi negara maju,” imbuhnya.

Menurutnya, dengan kolaborasi dan dukungan dari berbagai pihak, kondisi perekonomian Indonesia akan terus membaik dalam menghadapi tantangan masa depan. (RN)