Kakak Nani Darham, Pasien Sedot Lemak di Klinik TC: Kami Menuntut Keadilan

Indrie Darham didampingi kuasa hukum keluarga ND, Hartono Tanuwidjaja, memberikan keterangan pers, usai diperiksa di Polres Jakarta Selatan, hari ini

Jakarta, innews.co.id – Kasus kematian artis pemeran di film Air Terjun Pengantin Nani Aprilia Darham (ND), terus bergulir. Hari ini, penyidik meminta keterangan kakak ND, Indrie Darham, di Polres Jakarta Selatan.

Usai diperiksa, Indrie Darham didampingi kuasa hukum keluarga ND Hartono Tanuwidjaja mengatakan, sejauh ini pihak keluarga tetap akan menindaklanjuti masalah ini secara hukum dan meminta keadilan. “Kami belum memikirkan hal-hal lain, tapi tetap menjalankan proses hukum sebagaimana mestinya,” kata Indrie, kepada awak media, di Polres Jaksel, Jum’at (24/11/2023).

Dia menyayangkan, sikap dokter di Klinik TC yang begitu saja mengizinkan adiknya ND melakukan operasi sedot lemak. “Kami mempertanyakan penjelasan dokter di Klinik TC yang begitu saja membolehkan adik saya operasi. Padahal, saat hari-H, ada penambahan tindakan yang akan dilakukan. Harusnya, ada persiapan yang lebih matang dan informasi yang sejelas-jelasnya dulu sebelum melakukan operasi tersebut,” ujar Indrie.

Disampaikan pula, ND baru dua bulan melahirkan anak keduanya. “Itu harusnya menjadi pertimbangan dokter di Klinik TC. Sebab, sebelumnya, dokter kandungan di RS Brawijaya sudah menyatakan bahwa tindakan operasi apapun baru bisa dilaksanakan setidaknya 6 bulan setelah operasi. Apa standar medis untuk mengoperasi orang yang baru saja melahirkan?” tanyanya kritis.

Indrie menambahkan, dirinya juga tak ingin kasus seperti ini terjadi berulang dan menimpa wanita-wanita lain. “Kasus ini menjadi pelajaran untuk semua perempuan agar lebih berhati-hati dalam melakukan operasi sedot lemak,” cetusnya.

Sementara itu, Hartono Tanuwidjaja mengakui, pihak Klinik TC sudah menyatakan ingin bertemu dengan keluarga ND. Bahkan, Klinik TC mau mengembalikan biaya operasi sedot lemak ND sebesar Rp 300 juta. “Kami masih akan membicarakan hal tersebut dengan pihak keluarga ND. Karena pertemuan tersebut juga ada baiknya untuk mendengar keterangan langsung dari dokter di klinik tersebut,” jelasnya.

Meskipun akan ada pertemuan, kata Hartono, proses hukum tetap akan berjalan. “Kasus ini telah mengakibatkan hilangnya nyawa seseorang. Ini bukan perkara biasa-biasa saja. Silahkan saja ada pertemuan, langkah hukum akan tetap berjalan,” tandasnya.

Dia mengharapkan, minggu depan hasil pemeriksaan Labkrim UI didampingi RS Polri, sudah bisa keluar, sehingga kasus ini makin terang benderang. “Dengan adanya hasil Labkrim tersebut, diharapkan menjadi titik terang penyelesaian kasus ini. Kami juga berharap dokter jaga di UGD di RS dr. Suyoto bisa memberikan keterangan untuk mengatasi kesimpangsiuran informasi,” ucap Hartono.

Misteri kematian ND terus diulik berbagai pihak, dan telah dilaporkan ke Polres Jakarta Selatan dengan nomor: LP/B/3201/X/2023/SPKT/Polres Metro Jaksel/Polda Metro Jaya, pada (22/10/2023). Dari hasil visum di RS Polri Soekanto ditemukan ada 3 luka tiga bekas luka, satu di punggung tangan dan 2 bekas sayatan di perut.

Sejauh ini, Klinik TC masih bungkam dan belum memberikan klarifikasi terkait kasus tersebut. Beredar isu, Klinik TC sementara dibekukan. “Ya, ada kabar begitu. Tapi untuk jelasnya, silahkan konfirmasi ke penyidik,” seru Hartono. (RN)

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan