Tokoh Masyarakat Sumut Dr. R.E. Nainggolan, MM., sekaligus Koordinator Kelompok Pakar Badan Pengelola Geopark Kaldera Toba (BPGKT)

Jakarta, innews.co.id – Ditetapkannya Kaldera Toba Menjadi UNESCO Global Geopark, merupakan suatu kebanggaan bagi Indonesia. Di sisi lain, ini baru langkah awal. Masih banyak pekerjaan yang perlu dilakukan, utamanya agar keanggotaan ini tidak dicabut kembali oleh UNESCO.

Hal ini disampaikan Tokoh Masyarakat Sumut Dr. R.E. Nainggolan, MM., sekaligus Koordinator Kelompok Pakar Badan Pengelola Geopark Kaldera Toba (BPGKT), Sabtu (11/7/2020). “Terpampang pekerjaan yang jauh lebih besar, khususnya 4 tahun kedepan, baik Pemerintah Pusat, Provinsi dan Kabupaten sekawasan Danau Toba serta segenap pemangku amanah dan masyarakat. Untuk itu harus senantiasa dipelihara, dilestarikan, dipertahankan, dikembangkan dan ditumbuhkan kearah yang lebih baik,” kata Nainggolan.

Menurutnya, ada 3 hal yang utama tidak boleh hilang yaitu: keberagaman budaya, keberagaman hayati dan keberagaman geologi yang ada di kawasan itu.

Dia menambahkan, budaya yang ada tetap dikembangkan, baik tarian, perangkat, atraksi dan lainnya. Demikian juga keanekaragaman hayati yang ada seperti ihan Batak, andaliman, pinus mercusi, dan sebagainya. Selain itu kebersihan, keindahan lingkungan, kerambah harus ditertibkan, baik milik investor maupun milik masyarakat.

“Masyarakat harus diedukasi terus untuk cinta 3 keberagaman itu, agar ikut serta memelihara. Sekolah-sekolah harus membuat muatan lokalnya tentang geopark. Demikian juga atraksi wisata, amenitas dan infrastuktur harus dikembangkan dengan baik. Kegiatan-kegiatan seperti Lomba Solu Bolon Internasional, lomba rally internasional, lari internasional harus dilaksanakan,” urainya.

Presiden Joko Widodo pernah mengatakan, Danau Toba harus menjadi salah satu destinasi ekowisata andalan Indonesia, danau bersejarah masyarakat Batak ini tidak hanya bisa dijaga, tetapi juga bisa menarik wisatawan mancanegara untuk datang menikmati keindahannya.

Nainggolan juga mengapresiasi kepada berbagai pihak yang terlibat langsung maupun tidak langsung terwujudnya perjuangan yang sudah hampir 10 tahun lamanya. (RN)